INDORAYATODAY.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun LPG subsidi meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara di Manado pada Sabtu malam. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mencari jalan keluar agar stabilitas ekonomi tetap terjaga tanpa membebani masyarakat.
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menekankan pentingnya percepatan swasembada energi dan pangan. Sebagai Menteri ESDM, ia ditugaskan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam domestik guna menekan angka impor energi yang selama ini masih cukup tinggi.
Saat ini, pemerintah terus melakukan pemetaan agar ketergantungan pada pasokan luar negeri dapat diminimalkan secara bertahap melalui pemberdayaan potensi energi nasional.
Meskipun tantangan global terus membayangi, pemerintah memastikan bahwa stok energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman. Ketahanan pasokan BBM tercatat cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 20 hari ke depan, sementara stok LPG dipastikan aman untuk jangka waktu 10 hari ke depan.
Kepastian suplai ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjamin kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Namun demikian, Bahlil tidak menampik adanya tantangan besar dalam pemenuhan energi nasional, mengingat konsumsi BBM Indonesia pada periode 2024-2026 mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari.
Dengan produksi domestik yang hanya berkisar di angka 600 ribu barel per hari, Indonesia masih harus mengimpor lebih dari 59 persen kebutuhan BBM nasional, terutama dari Singapura dan Malaysia.
Oleh karena itu, langkah-langkah strategis untuk menutup kesenjangan produksi tersebut menjadi prioritas utama kementerian ke depannya.

Tinggalkan Balasan