INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Perusahaan air minum daerah di Kota Depok, PT Tirta Asasta, menargetkan peningkatan jumlah pelanggan pada 2026. Direktur Utama M. Olik Abdul Holik menyebut, ekspansi layanan dilakukan melalui penambahan sambungan baru dan pengaktifan kembali pelanggan nonaktif.

Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, mengungkapkan perusahaan menargetkan sekitar 6.000 sambungan baru sepanjang 2026. Selain itu, perusahaan juga membidik pengaktifan kembali sekitar 4.000 sambungan pelanggan yang sebelumnya terputus akibat tunggakan.

“Target tahun ini kita sambungan baru kurang lebih 6.000. Kemudian untuk sambungan yang sebelumnya terdaftar tapi terputus karena tidak bayar, kita targetkan 4.000,” ujar Olik dalam keterangan yang dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga triwulan pertama 2026, realisasi program tersebut telah mencapai sekitar 20 hingga 30 persen. Capaian ini dinilai masih sesuai dengan rencana kerja tahunan.

“Sekarang sudah hampir 20–30 persen yang terealisasi. Masih ada waktu karena ini masih triwulan pertama,” katanya.

Selain fokus pada penambahan pelanggan, Tirta Asasta juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mitigasi di sumber air baku, terutama di Sungai Ciliwung.

Menurut Olik, perusahaan akan melakukan pembendungan sementara menggunakan material sederhana seperti karung pada kondisi tertentu untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, kualitas air juga menjadi perhatian karena perubahan kondisi saat kemarau.

“Kadang air terlalu bening, jadi kita harus campurkan tanah untuk membantu proses pengolahan,” ucapnya.

Untuk menjaga kontinuitas layanan, Tirta Asasta memastikan pasokan air tetap tersedia selama 24 jam. Upaya ini diperkuat dengan penambahan cadangan air melalui pembangunan reservoir di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:  IHSG Dekati Area Support, Peluang Rebound ke 8.400 Mulai Terbuka

Pada 2025, perusahaan telah membangun reservoir di Jatijajar dan Cimanggis. Sementara pada 2026, pembangunan fasilitas serupa direncanakan di Cipayung.

“Pasokan air tetap kita usahakan 24 jam. Kita juga menambah cadangan air di reservoir,” kata Olik.

Ia menambahkan, kondisi geografis Depok yang menerima aliran dari berbagai sumber menjadi keuntungan tersendiri. Meski sumber utama di hulu berpotensi mengalami kekeringan, aliran di wilayah hilir masih dapat dimanfaatkan.

Di sisi lain, fasilitas water tank di wilayah Sukmajaya juga telah beroperasi setelah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Tangki berkapasitas sekitar 10.000 meter kubik itu kini mampu melayani sekitar 20.000 hingga 30.000 pelanggan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Tirta Asasta optimistis dapat mencapai target peningkatan pelanggan sekaligus menjaga pelayanan air bersih tetap optimal sepanjang 2026. ***