INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, menegaskan bahwa perhelatan tahunan tersebut bukan sekadar ajang hiburan. Lebaran Depok diposisikan sebagai upaya pelestarian tradisi budaya masyarakat Depok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penegasan tersebut disampaikan Hamzah saat memberikan keterangan kepada wartawan di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Selasa (15/4/2026). Ia menyebut, kegiatan ini telah lama menjadi tradisi masyarakat Depok yang kini kembali dihidupkan.

“Ini bukan hura-hura, tapi pelestarian tradisi budaya orang Depok,” ujarnya.

Menurut Hamzah, rangkaian kegiatan Lebaran Depok menggambarkan kebiasaan masyarakat tempo dulu dalam menyambut Idul Fitri. Tradisi seperti ngubek empang, ngaduk dodol, hingga nyuci perabotan menjadi bagian penting yang dihadirkan kembali.

Selain itu, tradisi motong kebo andil yang mencerminkan semangat gotong royong juga kembali digelar. Masyarakat diajak mengenal kembali nilai kebersamaan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Lebaran Depok 2026 juga mengusung tema “Depok Rumah Kita” yang menekankan keberagaman budaya di Kota Depok. Tidak hanya budaya Betawi, tetapi juga berbagai budaya Nusantara turut ditampilkan dalam rangkaian acara.

Hamzah menilai, kegiatan ini penting untuk memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda yang mulai jarang mengenal tradisi daerahnya.

Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan Lebaran Depok tetap memperhatikan kondisi fiskal daerah. Kehadiran artis ibu kota, menurutnya, tidak menggunakan anggaran APBD.

“Untuk artis tidak menggunakan anggaran APBD, semuanya dari sponsor,” tegasnya.

Selain sebagai pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Lebaran Depok 2026 menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya di tengah masyarakat yang semakin modern. Dengan menghadirkan kembali tradisi lama, panitia berharap nilai-nilai budaya Depok tetap hidup dan dikenal lintas generasi. ***

BACA JUGA:  Lebaran Depok 2026 Usung Tema “Depok Rumah Kita”, Angkat Identitas Multikultural