INDORAYATODAY.COM  – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengecam keras tindakan provokatif militer Israel yang mengibarkan bendera dan memasang spanduk militer bertuliskan sandi “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jabalia, Jalur Gaza. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap fasilitas kemanusiaan serta pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri RI telah melayangkan protes resmi dan keberatan mendalam atas fenomena tersebut. Menurutnya, sebagai instalasi medis, RS Indonesia wajib dilindungi dan dihormati dalam situasi konflik apa pun, bukan justru dijadikan panggung propaganda perang.

“Fasilitas tersebut merupakan instalasi kemanusiaan yang tidak boleh dimasukkan dalam propaganda perang. Kami sudah menyampaikan kecaman dan protes keras terkait hal tersebut,” ujar Sugiono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menlu menambahkan, meski secara administratif pengelolaan RS Indonesia telah diserahkan dari MER-C Indonesia kepada otoritas Palestina, nilai historis dan solidaritas rakyat Indonesia yang melekat pada bangunan tersebut harus tetap dihormati oleh komunitas internasional.

### Pelanggaran Hukum Perang
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri RI melalui pernyataan resminya menekankan bahwa penggunaan simbol militer di atas reruntuhan rumah sakit yang telah dihancurkan merupakan tindakan yang sangat provokatif. Pengkaitan fasilitas kesehatan dengan operasi militer tertentu, seperti sandi “Rising Lion”, dianggap sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun moral.

“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas tulus rakyat Indonesia untuk membantu warga Palestina di Gaza,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI.

Aksi militer Israel yang terjadi pada Senin (20/4/2026) tersebut juga memicu kemarahan global. Spanduk yang dipasang dilaporkan memuat frasa bernuansa militeristik dari kitab suci yang dikaitkan dengan perayaan hari besar mereka. Ironisnya, momen tersebut bertepatan dengan peringatan sejarah kelam pengusiran massal bangsa Palestina atau peristiwa Nakba.

BACA JUGA:  Menlu Sugiono Harap Banyak Negara Akui Palestina Susul Perancis dan Inggris

Pemerintah Indonesia kembali mendesak komunitas internasional untuk menuntut akuntabilitas Israel atas serangan-serangan sistematis terhadap infrastruktur sipil dan medis. Jakarta secara konsisten mengingatkan bahwa fasilitas medis bukanlah arena intimidasi, melainkan ruang suci bagi pelayanan kemanusiaan yang harus steril dari segala bentuk sentimen militeristik.