INDORAYATODAY.COM – Diplomasi antara Jakarta dan Moskow dipastikan bakal semakin intensif pada pertengahan tahun ini. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah melayangkan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali mengunjungi Rusia pada Mei dan Juli 2026 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam keterangan persnya usai mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan kerja di Moskow, Rusia, Selasa (14/4/2026).

“Presiden Putin menyampaikan undangan bagi Presiden Prabowo untuk menghadiri acara di Kazan yang akan diselenggarakan pada bulan Mei, dan juga pameran industri besar pada bulan Juli mendatang,” ujar Menlu Sugiono sebagaimana dikutip dari siaran Sekretariat Presiden.

Undangan pertama merujuk pada gelaran Russia & Islamic World Cooperation Expo yang dijadwalkan berlangsung pada 13-15 Mei 2026 di Kazan Expo. Forum ini merupakan pameran investasi dan infrastruktur terbesar di Rusia yang melibatkan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Sementara itu, undangan kedua adalah untuk menghadiri INNOPROM 2026, pameran industri internasional bergengsi yang akan dihelat pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg. Partisipasi Indonesia dalam ajang ini dipandang strategis untuk memperkuat transfer teknologi dan kerja sama manufaktur.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa rangkaian pertemuan antara kedua kepala negara pada Senin (13/4) telah menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat fondasi ekonomi. Tak hanya soal perdagangan besar, diplomasi kali ini juga menyasar pada penguatan hubungan antarwarga (people-to-people contact).

“Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar perkuatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antar warga negara, baik itu Rusia maupun Indonesia, yang diharapkan membawa kebaikan bagi kedua belah pihak,” tambah Sugiono.

Langkah ini menegaskan posisi Indonesia yang terus aktif menjalin kemitraan strategis dengan kekuatan ekonomi dunia, sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi internasional yang nyata dan inklusif.

BACA JUGA:  Perkuat Kemitraan Strategis, Presiden Prabowo Sambut Ketua MPR RRT Wang Huning di Istana