DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok melalui panitia penyelenggara resmi merilis rangkaian acara “Lebaran Depok 2026”. Perhelatan budaya tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 5 hingga 9 Mei 2026.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, menyatakan bahwa tahun ini pihaknya mengusung tema “Depok Rumah Kita”. Tema tersebut dipilih untuk merefleksikan identitas Depok sebagai kota multikultural yang harmonis.

“Tema ini menjadi refleksi keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan di Kota Depok,” ujar Hamzah dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Agenda Pembukaan: Tradisi Lokal

Rangkaian acara akan dibuka pada Selasa (5/5/2026) dengan kegiatan tradisi khas Betawi Depok, yakni Ngubek Empang dan Ngaduk Dodol. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak di tiga titik, yaitu Kecamatan Tapos, Cipayung, dan Sawangan.

Selain tradisi tersebut, warga juga dapat menikmati bazar UMKM dan panggung seni budaya yang menampilkan atraksi kearifan lokal di masing-masing wilayah tersebut.

Pusat Kegiatan di Alun-Alun GDC

Mulai tanggal 6 hingga 9 Mei 2026, seluruh pusat kegiatan akan dipusatkan di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC). Panitia telah menyiapkan ruang bagi lebih dari 200 pelaku UMKM serta penampilan dari 60 sanggar seni.

Warga akan dihibur dengan berbagai pertunjukan tradisional, mulai dari Lenong, Gambang Kromong, hingga pementasan Opera Prabu Siliwangi.

Puncak Acara: Pawai Budaya dan Konser Wali Band

Puncak kemeriahan Lebaran Depok 2026 akan terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Agenda diawali dengan Pawai Budaya Nusantara pada pagi hari yang menampilkan keragaman budaya dari Jawa Barat, Betawi, Sumatera, Bali, hingga Jawa Timur.

“Pawai ini adalah simbol kuat keberagaman. Kami ingin menunjukkan bahwa di Depok, semua budaya bersatu dalam semangat ‘Depok Rumah Kita’,” kata Hamzah.

BACA JUGA:  Pelaku UMKM Depok Apresiasi Program Supian Suri, Akses Pasar Dinilai Makin Terbuka

Sebagai penutup rangkaian acara, grup musik papan atas Wali Band dijadwalkan tampil pada Sabtu malam untuk menghibur masyarakat.

Pelestarian Tradisi dan Doorprize

Tak hanya hiburan modern, panitia juga menghidupkan kembali tradisi lama seperti Nyuci Perabotan, Motong Kebo Andil, Nyorog Rantangan, hingga tradisi Nyedengin Baju. Terdapat pula lomba unik “Fashion Show Jadulan” dan agenda “Pasar Penghabisan” pada 8 Mei 2026.

Untuk meningkatkan antusiasme, panitia menyediakan doorprize setiap hari. Kupon undian akan didistribusikan melalui tingkat RT agar seluruh lapisan warga berkesempatan mendapatkan hadiah.

Hamzah memastikan bahwa Lebaran Depok tahun ini akan dikemas lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia pun mengajak seluruh warga untuk memadati lokasi acara.

“Yuk, kita meriahkan Lebaran Depok 2026. Ini adalah pesta rakyat, ajang kebanggaan sekaligus penguat identitas budaya kita,” pungkasnya.