DEPOK, INDORAYA TODAY – Tradisi kuliner lokal kembali mewarnai rangkaian Lebaran Depok 2026 melalui kegiatan Ngaduk Dodol. Salah satunya datang dari Kelurahan Duren Seribu, yang konsisten menghadirkan dodol Betawi sebagai bagian dari warisan budaya di Depok.

Koordinator Dodol Betawi Duren Seribu, Saepudin Bakri, mengatakan proses pembuatan dodol membutuhkan waktu panjang dan bahan baku dalam jumlah besar.

Saepudin menjelaskan, bahan utama dodol Betawi terdiri dari ketan, gula, dan kelapa dengan takaran yang cukup besar.

“Biasanya kita pakai 15 liter ketan, 15 kilogram gula, dan sekitar 20 kelapa,” ujarnya, disela pembukaan Lebaran Depok 2026, di Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Selasa (5/5/2026).

Proses memasak dodol dilakukan secara tradisional dengan waktu yang tidak singkat, yakni sekitar 10 hingga 12 jam.

Lamanya proses tersebut menjadi ciri khas sekaligus tantangan dalam menjaga kualitas rasa dodol.

Dodol Betawi dari Duren Seribu menjadi satu-satunya perwakilan dari wilayah tersebut dalam kegiatan Lebaran Depok tahun ini.

Selain menjadi bagian dari tradisi, dodol ini juga direncanakan ikut dalam perlombaan yang digelar di rangkaian acara Lebaran Depok.

Menurut Saepudin, tradisi membuat dodol sudah berlangsung turun-temurun dan selalu hadir setiap perayaan.

“Iya, ini sudah jadi tradisi. Setiap Lebaran Depok pasti kita sediakan,” katanya.

Kehadiran dodol Betawi dalam Lebaran Depok tidak hanya menjadi sajian kuliner, tetapi juga simbol pelestarian budaya lokal. Tradisi ini diharapkan terus dijaga agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

BACA JUGA:  Jalan Santai NU Depok Berhadiah Umroh, Motor Listrik hingga Kulkas