INDORAYATODAY.COM – Semangat melestarikan peradaban Sunda kembali membara di jantung Kota Hujan. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menghadiri langsung prosesi Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung khidmat di kawasan Bogor Tengah, Jumat (8/5) malam.

Kehadiran Mahkota Binokasih dalam kirab ini menjadi simbol kuat kembalinya ingatan kolektif akan kejayaan Kerajaan Pajajaran yang pernah berpusat di Bogor, sebelum akhirnya tonggak kekuasaan diserahkan ke Sumedang Larang.

Bagi Rudy Susmanto, momentum ini bukan sekadar pawai seremonial, melainkan pengingat penting bagi generasi masa kini tentang akar peradaban di Jawa Barat.

“Ini adalah wujud nyata dalam merawat tradisi Sunda, khususnya sejarah Pajajaran. Kehadiran mahkota ini menghidupkan kembali kesadaran bahwa sebelum bangsa ini berdiri, para tokoh besar telah membangun fondasi peradaban di Bogor dan Jawa Barat,” ujar Rudy, Sabtu (9/5).

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga warisan leluhur, Rudy menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk Dinas Kebudayaan. Instansi ini nantinya akan memiliki fokus khusus untuk:

Melestarikan cagar budaya benda (situs dan artefak). Menjaga warisan budaya tak benda (tradisi, seni, dan adat istiadat). Memastikan nilai-nilai lokal tetap relevan di tengah modernitas.

Acara yang juga dihadiri oleh tokoh nasional seperti Dedi Mulyadi (KDM), para budayawan, hingga Raja Sumedang ini berlangsung meriah namun tetap sakral. Antusiasme warga memuncak saat iring-iringan melintasi rute bersejarah di Kota Bogor.

Di akhir penyampaiannya, Rudy memberikan pesan mendalam bagi masyarakat Sunda agar tidak kehilangan jati diri di era globalisasi.

“Bangsa ini silakan maju dan menjadi modern, tetapi kita sebagai orang Sunda tidak boleh sedikit pun meninggalkan tradisi dan budaya yang kita miliki,” tegasnya.

BACA JUGA:  Jaga Keharmonisan, Jenal Mutaqin Dorong FPK Bogor Perluas Kolaborasi

Perhelatan ini juga dimeriahkan oleh berbagai kesenian tradisional, termasuk Angklung Gubrag yang telah berusia ratusan tahun, menambah kental nuansa magis dan historis dalam rangkaian menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.