INDORAYATODAY.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi titik-titik rawan bencana menyusul musibah tanah longsor yang merenggut nyawa seorang warga di Desa Petir, Kecamatan Dramaga.

Korban yang diketahui bernama Bidong (60), merupakan seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang dikenal berdedikasi. Ia ditemukan tewas tertimbun material tanah saat tengah beraktivitas merapikan rumpun bambu bersama rekannya pada Selasa (5/5/2026).

Sebagai bentuk kepedulian dan simpati yang mendalam, Bupati Rudy Susmanto mendatangi langsung kediaman almarhum untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Rudy menyebut almarhum sebagai sosok pahlawan lingkungan yang berdedikasi.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor turut berdukacita. Kabupaten Bogor kehilangan salah satu tokoh hebat, seorang anggota Linmas yang menjadi korban tanah longsor saat sedang bertugas di lingkungannya,” ujar Rudy Susmanto, Rabu (6/5/2026).

Mengingat wilayah Bogor masih terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi, Bupati Rudy mengeluarkan instruksi tegas agar warga lebih mementingkan keselamatan nyawa dan menghindari area yang berpotensi mengalami pergeseran tanah.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi setiap harinya. Jika terjadi hujan lebat, segera hindari daerah-daerah yang rawan longsor. Keselamatan diri adalah yang utama,” tegasnya.

Di sisi lain, Rudy memberikan apresiasi tinggi kepada tim SAR gabungan dan warga sekitar yang bergerak cepat dalam proses pencarian korban sejak laporan diterima. Pemkab Bogor menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas penanganan kejadian ini dan memastikan koordinasi antar-instansi terkait mitigasi bencana berjalan optimal.

Bupati juga memerintahkan jajaran BPBD dan aparat kecamatan untuk memetakan kembali titik-titik rawan longsor terbaru guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Rudy Susmanto: MBG Putar Dana Rp 12 Triliun, Serap 28.500 Tenaga Kerja Lokal