INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/5) malam.
Dalam pertemuan hangat tersebut, pria yang akrab disapa Mas Dar ini melaporkan pencapaian membanggakan di sektor pangan, yakni keberhasilan Indonesia meraih swasembada pangan pada 2025.
Pencapaian ini sekaligus menandai berhentinya impor beras, sesuai dengan target yang pernah diberikan Jokowi saat Sudaryono dilantik menjadi Wamentan.
Sudaryono menjelaskan bahwa indikator keberhasilan swasembada pangan tidak hanya terlihat dari ketersediaan stok nasional, tetapi juga kesejahteraan petani di lapangan. Pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menaikkan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram.
“Alhamdulillah, sekarang ini kita tidak lagi impor beras. Harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp 6.500 dan petani merasa senang (happy). Ini merupakan bagian dari target yang Bapak berikan dulu agar swasembada tercapai secepat-cepatnya,” lapor Sudaryono kepada Jokowi.
Mendengar laporan tersebut, Joko Widodo memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kementerian Pertanian. Menurut Jokowi, hasil pengamatannya menunjukkan kondisi petani saat ini jauh lebih stabil karena dukungan pemerintah yang menyeluruh, mulai dari ketersediaan pupuk hingga sistem pengairan.
“Pak Jokowi menyampaikan bahwa petani saat ini dalam kondisi yang baik dan bahagia karena hasil panennya didukung penuh pemerintah. Pupuk cukup, ada diskon harga hingga 20%, dan hasil panen dibeli dengan harga yang layak,” tambah Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum HKTI tersebut.
Selain melaporkan capaian, Sudaryono mengaku kedatangannya adalah untuk meminta arahan dan masukan dari tokoh bangsa tersebut demi keberlanjutan pembangunan sektor pangan. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kesinambungan program agar dampak positifnya terus dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami mohon arahan selalu agar program-program pemerintah dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi kedaulatan pangan kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan