INDORAYATODAY.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono memastikan pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi intensif untuk memantau kondisi tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh pihak Israel.
Ketujuh WNI tersebut dicegat saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuju Gaza di kawasan Mediterania Timur.
Sugiono menjelaskan, Kementerian Luar Negeri telah menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di Yordania dan Turki guna memastikan kondisi terkini para relawan.
“Jadi kita sudah melakukan komunikasi teman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel,” kata Sugiono di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Meski pemantauan terus berjalan, Sugiono mengakui bahwa informasi yang diterima pemerintah saat ini masih sangat terbatas. Keterbatasan ini disebabkan oleh sulitnya akses komunikasi dengan para relawan di lapangan, sehingga perkembangan situasi secara lengkap belum dapat diperoleh secara utuh.
Di sisi lain, Sugiono turut menyampaikan apresiasi terhadap semangat tinggi para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla. Menurut dia, aksi tersebut mencerminkan bentuk solidaritas nyata untuk rakyat Palestina.
“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” kata Sugiono.
Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan koordinasi dengan sejumlah negara sahabat.
Indonesia menjalin komunikasi dengan negara-negara yang warganya juga mengalami situasi serupa dalam misi tersebut, di samping berkoordinasi erat dengan pihak Yordania dan Turki.
Pemerintah berharap seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan internasional ini berada dalam kondisi selamat dan dapat segera dipulangkan.
“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” tutur Sugiono.

Tinggalkan Balasan