INDORAYATODAY.COM — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) tengah menyiapkan tim khusus (dedicated team) untuk mengoptimalkan penyaluran dana abadi kebudayaan “Dana Indonesiaraya”. Langkah ini diambil guna mengevaluasi sistem penyaluran agar lebih fokus dan terintegrasi.
“Ke depan kami berharap akan ada pusat pelayanan pembiayaan, baik untuk Dana Indonesiaraya maupun dana lainnya, sehingga bisa dikelola terpusat. Ini sedang kami komunikasikan dengan Kemenpan-RB,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Untuk mempermudah akses, Kemenbud menyediakan sejumlah saluran komunikasi bagi publik:
- Asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) via WhatsApp.
- Surat elektronik resmi di info.dakb@kemenbud.go.id.
- Layanan tatap muka (Senin-Kamis, pukul 09.00-15.00 WIB) melalui sistem reservasi di situs resmi.
Fadli memaparkan, performa program ini terus meningkat. Pada 2025, jumlah penerima manfaat melonjak 694,5 persen menjadi 2.821 penerima dibandingkan tahun 2024 yang hanya 355 penerima. Nilai pendanaan yang disalurkan juga meningkat signifikan dari Rp186,4 miliar pada 2024 menjadi Rp383,6 miliar pada 2025.
Dana Indonesiaraya sendiri merupakan nama baru dari Dana Indonesiana. Perubahan nama ini merefleksikan penguatan tata kelola, perluasan cakupan program, serta kehadiran Kementerian Kebudayaan yang kini berdiri sendiri.
Untuk tahun ini, total anggaran dana abadi yang dikelola mencapai Rp6 triliun (naik Rp1 triliun dari tahun lalu), dengan alokasi dana yang siap dikucurkan sebesar Rp500 miliar.
Pembiayaan akan diberikan kepada pelaku budaya yang lolos seleksi tim juri. Program ini tetap dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas.

Tinggalkan Balasan