INDORAYATODAY.COM — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk memperluas pembangunan proyek-proyek tambak produktif di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna menciptakan lapangan kerja baru, menghasilkan nilai tambah, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden seusai meninjau langsung operasional dan panen raya di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Presiden memaparkan, pemerintah saat ini tengah mengakselerasi ekspansi proyek serupa di sejumlah daerah untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam nasional.

“Kita sedang bangun di Waingapu 2.000 hektare. Kalau di sini (Kebumen) 65 hektare, di Waingapu 2.000 hektare. Kemudian juga sedang dibangun di Gorontalo 200 hektare, dan kita sedang bangun di Jawa Barat di Pantura 14 hektare,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Berbeda dengan proyek di Kebumen yang berfokus pada udang, Presiden menjelaskan bahwa proyek di Pantura, Jawa Barat, akan difokuskan untuk budidaya ikan. Diversifikasi komoditas ini dilakukan agar setiap daerah dapat memberikan kontribusi maksimal dalam penyediaan sumber protein berkualitas, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun pasar internasional.

Presiden mengungkapkan, dirinya telah memberikan arahan tegas kepada jajaran kabinetnya untuk memprioritaskan anggaran pada proyek-proyek yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi rakyat. Baginya, proyek nasional harus memiliki indikator produktivitas yang jelas bagi kemaslahatan umat.

“Saya kasih petunjuk ke kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif,” tegas Kepala Negara.

Menurut Presiden Prabowo, proyek yang dianggap produktif harus mampu menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, serta meningkatkan penghasilan masyarakat secara luas. Ia mencontohkan keberhasilan BUBK Kebumen yang mampu menghasilkan 40 ton per hektare dengan nilai jual mencapai Rp70 juta per ton sebagai bukti nyata produktivitas yang berdampak langsung.

BACA JUGA:  HPN 2026, Presiden Prabowo Ajak Insan Pers Konsolidasi Hadapi Tantangan Baru

Di sisi lain, Kepala Negara juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam pembangunan infrastruktur pemerintahan. Presiden meminta agar anggaran negara dialokasikan pada aktivitas yang menghasilkan produk ketimbang membangun gedung-gedung perkantoran mewah yang minim dampak ekonomi bagi masyarakat bawah.

“Jadi maaf, sekarang kita agak tunda lah bangun banyak kantor. Kantor itu perlu, tapi harus ada aktivitas. Kantor megah produknya tidak ada, lebih baik kantornya tidak begitu bagus tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” kata Presiden Prabowo menambahkan.

Sebagai informasi, Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen yang berlokasi di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, merupakan proyek strategis nasional yang dibangun pada periode 2022–2023.

Dari total kawasan seluas 100 hektare, saat ini telah beroperasi 65 hektare lahan yang dilengkapi dengan sistem intake air laut, 139 kolam produksi, serta fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi. Hingga siklus ke-8, BUBK Kebumen telah mencatatkan total produksi sebesar 1.151.497 kilogram dengan nilai ekonomi mencapai Rp83,3 miliar dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta menyerap ratusan tenaga kerja lokal setempat.