INDORAYATODAY.COM – Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, memastikan Selat Hormuz kini telah terbuka sepenuhnya untuk lalu lintas kapal dagang. Jalur perairan paling strategis di dunia tersebut kini sudah beroperasi secara normal.

Normalisasi ini berhasil dicapai setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad guna mengakhiri konflik militer yang sempat memanas sejak akhir Februari lalu.

“Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah besar pasokan minyak telah berhasil dikirim melalui Selat Hormuz,” ujar Bahreini kepada wartawan di Jenewa, Swiss, Selasa (23/6/2026).

Implementasi Kesepakatan MoU Islamabad

Berdasarkan dokumen kesepakatan tersebut, AS diwajibkan mencabut blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Sebagai timbal balik, Teheran berkomitmen penuh untuk memulihkan dan menjamin keamanan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Laporan dari Anadolu menunjukkan indikator positif di lapangan, di mana volume lalu lintas kapal komersial di selat tersebut langsung melonjak ke level tertinggi sejak awal Juni sesaat setelah perjanjian mulai berlaku.

Guna mematangkan jalannya kesepakatan, delegasi teknis dari Iran dan AS dilaporkan telah menggelar pertemuan lanjutan di Swiss pada 21 Juni dengan dimediasi oleh Pakistan dan Qatar untuk membahas implementasi detail di sektor maritim tersebut.

 

BACA JUGA:  Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Rakyat Serukan Persatuan