INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya persatuan nasional dan menjaga kekayaan alam dari eksploitasi asing.

Presiden menegaskan bahwa tidak ada bangsa asing yang akan menaruh iba pada Indonesia, bahkan ada pihak-pihak tertentu yang ingin melihat Indonesia terpecah belah.

Pesan kuat tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

“Tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita, bahkan dari dulu mereka mau memecah belah kita, divide et impera. Ada bangsa-bangsa tertentu yang iri karena Indonesia kaya, kalau bisa Indonesia pecah,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengimbau agar seluruh elemen bangsa, terutama para elite politik dan pemimpin, dapat bersatu serta menyingkirkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kedaulatan negara.

Menurutnya, sejarah peradaban membuktikan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga kesolidan internalnya. Indonesia tidak boleh terjebak dalam dendam, rasa dengki, maupun kecurigaan antar-sesama anak bangsa.

Dalam kunjungan kerja ke NTB tersebut, Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan strategis yang tersebar di empat provinsi secara serentak.

Kelima infrastruktur ini dibangun dalam kurun waktu 2015 hingga 2025 sebagai bentuk investasi negara.

Berikut daftar lima bendungan yang resmi beroperasi:

Bendungan Meninting (Nusa Tenggara Barat), Bendungan Keureuto (Aceh), Bendungan Rukoh (Aceh), Bendungan Jlantah (Jawa Tengah), Bendungan Sidan (Bali)

Presiden mengungkapkan, pembangunan kelima bendungan tersebut menelan total biaya investasi negara sebesar Rp 9,79 triliun. Proyek ini memerlukan waktu panjang dan pengorbanan sumber daya yang besar hingga lintas kepemimpinan presiden.

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara untuk masyarakat,” pungkas Prabowo.

 

BACA JUGA:  Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab Kabinet Merah Putih dan Prioritas Kepentingan Rakyat