INDORAYATODAY.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan seluruh aparatur negara untuk segera melakukan pembenahan diri dan menjauhi praktik rasuah.
Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya bersih-bersih sebelum aparat penegak hukum (APH) mengambil tindakan tegas.
Sejak awal pemerintahan, Presiden Prabowo menempatkan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama dan berkomitmen memperbaiki tata kelola serta memperkuat integritas birokrasi.
“Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2026).
Pernyataan Istana ini keluar di tengah langkah agresif tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya yang sedang mengusut kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di sejumlah lembaga.
Terkait proses hukum yang berjalan, Mensesneg meminta seluruh pihak untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak memicu spekulasi yang tidak produktif di ruang publik.
“Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” lanjutnya.
Di sisi lain, proses penyidikan di lapangan terus bergerak cepat. Tim gabungan korps baju cokelat tersebut dilaporkan telah menggeledah belasan titik strategis untuk mengamankan barang bukti.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya pergerakan tim penyidik di lapangan.
Jumlah Lokasi: 13 titik penggeledahan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Klaster BUMN yang Disasar: Dugaan perkara korupsi dan TPPU yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Tujuan Operasi: Mencari dan mengamankan dokumen serta alat bukti krusial untuk memperkuat konstruksi perkara.
“Ini bagian dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan,” pungkas Budi Hermanto.

Tinggalkan Balasan