INDORAYATODAY.COM – Di sebuah sudut Bekasi Timur, di tengah kesederhanaan sebuah kediaman, merekah sebuah senyuman yang tak ternilai harganya. Senyuman itu milik Suratinah, seorang ibu yang telah menorehkan jejak kasih sayang mendalam dalam perjalanan hidup seorang pemimpin.

Hari itu, kediamannya didatangi seorang tamu istimewa: Abdul Harris Bobihoe, Wakil Wali Kota Bekasi, yang tak lain adalah putra asuhnya.

Kunjungan itu bukan sekadar formalitas. Langkah kaki Abdul Harris, didampingi aparatur Kelurahan Bekasi Jaya, adalah wujud nyata dari sebuah penghormatan yang tulus kepada sosok ibu dan kepedulian mendalam kepada para lansia.

Di mata Suratinah, terpancar kebahagiaan yang melampaui kata-kata, sebuah rasa haru atas ingatan dan bakti seorang anak yang tak pernah melupakan akar kasih sayangnya.

“Wujud dari penghormatan kami kepada kaum ibu dan sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada lansia,” tutur Abdul Harris, lirih namun sarat makna. Kunjungan ini lebih dari sekadar silaturahmi; ia adalah representasi nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh sang Wakil Wali Kota.

Abdul Harris tak menyembunyikan inspirasi di balik tindakan mulianya. Ia menyebut program “Jabar Nyaah Ka Indung” dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemicu semangat untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar, terutama kepada para perempuan lanjut usia yang seringkali luput dari perhatian.

Lebih dari sekadar menghadirkan senyum di wajah seorang ibu, program “ibu asuh” ini memiliki tujuan yang lebih dalam: memerhatikan kesejahteraan kaum ibu yang memiliki nasib kurang beruntung.

Mereka yang berjuang dalam kemiskinan, ditinggalkan pasangan, dan menanggung beban hidup di usia senja menjadi prioritas utama.

“Dalam program ibu asuh ini diutamakan bagi kaum ibu yang memiliki nasib kurang beruntung, hidup dalam keadaan miskin, ditinggalkan suami dan memiliki beban hidup di masa tua. Program ini akan menjadi jalan untuk memuliakan semua orang, terutama kaum ibu,” ungkap Abdul Harris dengan penuh harap.

BACA JUGA:  Catat! Pemkot Depok Bocorkan Jadwal Pemberian SK PPPK Paruh Waktu

Di hari yang penuh kehangatan itu, Abdul Harris tak datang dengan tangan kosong. Sebuah bingkisan kasih sayang diserahkannya kepada Suratinah, simbol dari rasa terima kasih dan perhatian yang mendalam.

Lebih dari sekadar materi, bingkisan itu adalah representasi dari ikatan batin yang tak lekang oleh waktu dan jabatan.

Kisah Suratinah dan Abdul Harris adalah cerminan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kebijakan dan pembangunan fisik, tetapi juga dari sentuhan kemanusiaan dan kemampuan untuk menghargai serta memuliakan mereka yang telah berjasa dalam perjalanan hidup.

Di balik sosok seorang Wakil Wali Kota, tetaplah seorang anak yang tak pernah melupakan kehangatan pelukan seorang ibu. Dan di mata Suratinah, terpancar kebanggaan seorang ibu yang melihat buah hatinya tumbuh menjadi pemimpin yang berhati mulia. (sal/**)