DEPOK, INDORAYA TODAY – Wali Kota Depok Supian Suri meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Depok menjadi pelayan masyarakat yang responsif terhadap berbagai keluhan warga.

Pesan itu disampaikan Supian Suri seusai melantik 87 ASN jabatan struktural dan fungsional di Aula Teratai, Balai Kota Depok, Senin (25/5/2026).

Supian menegaskan, pengangkatan pejabat di lingkungan Pemkot Depok kini sudah menerapkan sistem manajemen talenta.

Menurut dia, seluruh ASN dipetakan berdasarkan kompetensi, pengalaman hingga pendidikan ke dalam sembilan kategori atau box penilaian.

“Untuk bisa dilantik dan dipromosikan mereka harus berada di box 7, 8, dan 9,” kata Supian.

Dia menyebut, sistem tersebut membuka peluang karier ASN Depok hingga level Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bahkan, kata dia, pejabat Pemprov Jawa Barat dapat menarik ASN Kota Depok yang dinilai memiliki kapasitas dan masuk kategori terbaik.

“Kalau memenuhi syarat dan masuk box 9, bukan tidak mungkin bisa berkarier di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Namun begitu, Supian menekankan jabatan bukan sekadar posisi birokrasi.

Dia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik benar-benar hadir untuk masyarakat.

“Saya minta tolong kepada seluruh aparat pemerintah Kota Depok, baik jabatan struktural maupun fungsional yang dilantik, bantu saya melayani warga masyarakat Kota Depok,” tegasnya.

Supian juga meminta para ASN aktif mendengar keluhan masyarakat serta mampu menjawab harapan warga.

Menurut dia, pelayanan publik harus berjalan cepat dan responsif, terutama dalam persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

Dia mencontohkan persoalan infrastruktur jalan yang hingga kini masih banyak dikeluhkan warga.

“Jalanan jelek sedikit semua sudah mengeluhkan, jalanan berlubang sedikit sudah mengeluhkan. Ini menjadi tanggung jawab yang harus direspons,” ucapnya.

BACA JUGA:  Momen Haru Pelepasan Jemaah Haji Depok, Supian Suri Titip Pesan Ini

Tak hanya infrastruktur jalan, Supian juga menyoroti persoalan kemacetan di Kota Depok.

Pemkot Depok, lanjut dia, tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis seperti pembebasan lahan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda, pelebaran Parung Bingung hingga pembangunan flyover Margonda.

Selain itu, proyek underpass juga disiapkan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di sektor pendidikan, Supian mengakui masih banyak keluhan terkait kondisi infrastruktur sekolah.

Baik sekolah negeri maupun swasta, kata dia, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Karena keterbatasan ruang dan tenaga pengajar di sekolah negeri, Pemkot Depok juga terus mematangkan program sekolah swasta gratis.

“Tetapi bukan sekadar gratis. Mutunya juga harus bagus dan tidak kalah dengan sekolah negeri,” katanya.

Supian berharap seluruh program tersebut dapat membuat warga semakin bangga tinggal di Kota Depok.

Dia ingin masyarakat merasakan kenyamanan, kemudahan layanan kesehatan hingga kepastian pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Harapan kita warga Depok tinggal di Depok dengan bangga dan nyaman,” tuntasnya.