INDORAYATODAY.COM – Simpang Ciawi, sebuah gerbang perbatasan Kota Bogor yang selama ini identik dengan kesemrawutan, kini bersiap berbenah. Pemerintah Kota Bogor, melalui Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, menunjukkan keseriusan dalam menanggapi keluhan masyarakat.

Inspeksi langsung bersama jajaran Dinas Perhubungan pada Senin lalu menjadi penanda dimulainya upaya penataan ulang kawasan yang kerap jadi biang kerok kemacetan ini.

Simpang Ciawi memang punya cerita panjang soal kekisruhan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan sembarangan, parkir liar kendaraan yang seenaknya, hingga bus antarkota yang betah “ngetem” sembarangan, semuanya bercampur aduk, menciptakan pemandangan yang tak sedap dipandang sekaligus menghambat arus lalu lintas.

“Kondisinya memang seperti ini. Kadang dipakai untuk parkir bus, dipakai untuk berjualan, bahkan kadang tercium bau pesing,” ungkap Jenal Mutaqin saat meninjau langsung lokasi, seperti dikutip dari rilis yang diterima media pada Rabu (21/5). Pernyataan ini menggambarkan betapa kompleksnya masalah yang harus dihadapi.

Infrastruktur dan Fungsi Kawasan Jadi Prioritas

Tak hanya soal kesemrawutan aktivitas, Jenal juga menyoroti kondisi infrastruktur. Jalan berlubang dan genangan air saat hujan deras menjadi pemandangan lumrah yang menambah daftar panjang masalah di Simpang Ciawi.
Meski menyadari bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, Pemkot Bogor tak lantas berpangku tangan. Mereka bertekad mengambil peran aktif dalam penataan ulang kawasan ini.

Salah satu gagasan yang kini sedang dikaji adalah mengembalikan fungsi kawasan agar lebih tertib, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadikannya ruang terbuka hijau (RTH) atau taman kota yang asri.

Ide ini tentu akan mengubah drastis wajah Simpang Ciawi dari sekadar persimpangan menjadi ruang publik yang lebih humanis.

Selain itu, lampu lalu lintas yang selama ini nonaktif juga akan dikaji untuk difungsikan kembali. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mengatur arus kendaraan agar lebih lancar.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bogor Ajak Kader PMII Maknai Proses dengan Syukur

“Kita carikan solusi terbaik. Penataannya apakah akan dijadikan taman sekalian. Kalau pun lampu merahnya akan difungsikan kembali, kita akan coba. Agar tidak menjadi tempat parkir liar dan jualan liar,” kata Jenal Mutaqin, seperti dikutip dari unggahan Instagram @pemkotbogor.

Solusi Humanis untuk PKL dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pemkot Bogor juga menunjukkan pendekatan yang humanis terhadap para PKL.
Khususnya bagi mereka yang ber-KTP Kota Bogor, pemerintah memberikan kesempatan untuk membongkar sendiri lapaknya.

Tak hanya itu, janji solusi alternatif juga dilontarkan, agar mereka tetap bisa berdagang di lokasi yang lebih tertib dan resmi. Ini merupakan langkah bijak untuk menata tanpa mematikan mata pencarian.

Ke depan, Pemkot Bogor juga akan menjalin koordinasi erat dengan Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (DJITM) untuk membahas penanganan menyeluruh kawasan ini.

Kolaborasi ini mencakup penataan shelter dan penambahan rambu lalu lintas yang memadai.

Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Bogor dalam menata kawasan-kawasan strategis.

Harapannya, Simpang Ciawi dapat bertransformasi menjadi titik yang lebih layak, bersih, dan berfungsi maksimal, tidak hanya bagi masyarakat Bogor tetapi juga bagi para pengguna jalan yang melintas.(sal/*)