BEKASI, INDORAYATODAY.COM – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menemui putra pengetik naskah Proklamasi, Heru Baskoro, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi, Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Harris didampingi jajaran perangkat daerah serta anggota DPRD Kota Bekasi, Misbah dari Fraksi Gerindra dan Ahmadi Madong dari Fraksi PKB.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi Heru Baskoro yang kini menjalani perawatan dan pendampingan di STPL Kota Bekasi.

Heru merupakan putra kandung Sayuti Melik, tokoh yang dikenal sebagai pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelumnya, Heru telah dievakuasi dari rumah kontrakannya di Rawalumbu sejak 13 Juli 2026.

Saat ini, Heru bersama istrinya menjalani layanan residensial, rehabilitasi medis, serta pendampingan psikososial di STPL Kota Bekasi.

Harris mengatakan, kedatangannya juga membawa pesan khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Silaturahmi ini untuk memastikan kondisi beliau sekaligus menyampaikan pesan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto bahwa pada peringatan HUT Kemerdekaan RI nanti, beliau bersama istri menjadi tamu undangan kehormatan di Istana Negara Jakarta,” ujar Harris.

Menurut Harris, perhatian pemerintah kepada keluarga tokoh sejarah bangsa menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar para pejuang kemerdekaan.

“Momentum ini menjadi pengingat kita semua akan torehan sejarah perjuangan kemerdekaan,” katanya.

Selain menemui Heru Baskoro, Harris juga berbincang dengan sang istri, Treyzia Noviani, di teras STPL.

Dalam kesempatan itu, Harris turut menyerahkan buah tangan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada keluarga.

Treyzia Noviani menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Wali Kota Bekasi beserta rombongan.

Ia juga mengaku bahagia setelah menerima kabar bahwa dirinya bersama suami mendapat undangan kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara.

BACA JUGA:  Pemkot Bekasi Resmi Angkat 3.442 PPPK Paruh Waktu, Wujud Kepastian Kerja di Tengah Tekanan Fiskal