INDORAYATODAY.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan melepas langsung keberangkatan jemaah calon haji kloter pertama pada 2 Mei 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam pembekalan jemaah haji yang digelar secara daring dan luring pada Sabtu (19/4).
“Mudah-mudahan ada waktunya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) itu melepas rombongan jemaah tanggal 2 (Mei 2025). Insya Allah akan dilepas sendiri oleh Bapak Presiden,” ujar Nasaruddin di hadapan ribuan peserta pembekalan.
Kementerian Agama (Kemenag) mencatat bahwa lebih dari 140 ribu jemaah calon haji mengikuti kegiatan pembekalan tersebut.
Menurut Nasaruddin, atensi tinggi dari Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan ibadah haji menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran Kemenag untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Presiden memberikan atensi besar terhadap penyelenggaraan haji. Ini menjadi tambahan semangat bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin menyebut bahwa mulai tahun depan otoritas penyelenggaraan haji akan dialihkan kepada Badan Penyelenggara Haji (BPH). Sebagai bentuk persiapan, Kemenag telah menyusun panduan lengkap dalam bentuk Buku Besar Haji.
“Kami juga akan mewariskan Buku Besar yang belum pernah ada sebelumnya. Buku Besar Haji, dari A sampai Z. Jadi, siapa pun yang melaksanakan penyelenggaraan haji yang akan datang tinggal buka Buku Besar Haji, A sampai Z ada di sana,” jelasnya.
Menag juga menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab penyelenggaraan haji tahun ini berada di pundaknya, baik keberhasilan maupun kendala yang mungkin terjadi di lapangan.
“Kami sudah mengupayakan yang terbaik, tetapi kemampuan kami hanyalah manusia biasa, bukan malaikat. Mohon maaf sebelum kejadian,” imbuhnya.
Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah. Jumlah tersebut terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus. Kemenag memastikan bahwa seluruh jemaah akan mendapatkan pelayanan maksimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (*)

Tinggalkan Balasan