INDORAYATODAY.COM – Tren diet ekstrem, “diet semangka”, viral di media sosial karena diklaim bisa menurunkan berat badan instan.
Metode ini mengharuskan seseorang hanya mengonsumsi semangka selama 3-7 hari. Meskipun ada yang mengaku berhasil, para ahli gizi tidak menganjurkannya karena berisiko.
Menurut ahli gizi Keri Gans, penurunan berat badan dari diet ini bukanlah lemak yang terbakar, melainkan cairan tubuh dan massa otot yang hilang.
Berat badan yang turun juga akan kembali naik dengan cepat saat pola makan normal dilanjutkan.
Semangka memang kaya vitamin dan air, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Mengonsumsi semangka sebagai satu-satunya makanan bisa menyebabkan kekurangan protein dan lemak, hilangnya massa otot, gangguan elektrolit, hingga kelelahan.
Para ahli menyarankan, cara terbaik menurunkan berat badan adalah dengan pola makan seimbang. Semangka bisa dijadikan camilan sehat, tetapi bukan satu-satunya sumber nutrisi harian.

Tinggalkan Balasan