DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok menyatakan kesiapannya menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah langkah konkret telah disiapkan, termasuk membentuk 17 dapur umum untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Kami semaksimal mungkin akan melaksanakan apa yang menjadi perintah Pak Presiden untuk masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Depok. Terkait makan bergizi gratis, kami sudah memiliki 17 dapur untuk memfasilitasi program tersebut,” ujar Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam Rapat Kerja Nasional II Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) dan Silaturahmi Nasional Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Sosial (AUMSOS), dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Kamis (26/6/2025).
Supian menambahkan, Pemkot Depok juga telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di 63 kelurahan. Masing-masing koperasi mendapat dukungan anggaran sebesar Rp 30 juta untuk penguatan modal.
“Kami sudah bentuk Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan. Ini bentuk dukungan nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi warga,” ujarnya.
Selain isu ekonomi dan gizi, Supian turut menyoroti keterbatasan daya tampung sekolah negeri di Depok. Setiap tahun, sekitar 33.000 siswa lulus dari jenjang SD, sementara SMP dan MTs negeri hanya mampu menampung 11.000 siswa.
Sebagai solusinya, Pemkot menggulirkan program rintisan Sekolah Swasta Gratis. Sebanyak 31 SMP swasta telah bergabung dalam program ini, yang dimulai pada tahun ajaran 2025 untuk siswa kelas 7 dan akan diperluas hingga mencakup kelas 8 dan 9 dalam tiga tahun ke depan.
Di jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta, Pemkot Depok telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Agama. Tahun ini, sebanyak 600 siswa MTs akan difasilitasi dalam program tersebut, dengan total keseluruhan mencapai sekitar 5.000 siswa.
“Kami juga membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ingin bergabung dalam program ini. Kalau masih ada yang ingin bergabung, kami siap menampung,” kata Supian.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga tengah menyiapkan Rumah Kreatif Anak Istimewa, sebagai wadah pembinaan keterampilan bagi anak-anak disabilitas agar dapat hidup mandiri dan tidak tergantung pada orang tua.
“Kami ingin anak-anak istimewa juga memiliki masa depan dan kemandirian. Tidak hanya bergantung pada orang tua, tetapi memiliki keahlian untuk hidup mandiri,” ucapnya.
Supian menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung program-program sosial yang tengah dijalankan Pemkot Depok.
“Niat kita bersama adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan kolaborasi, insyaAllah semua ini dapat tercapai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan