INDORAYATODAY.COM – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut hubungan Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP) layaknya kakak-adik.
Menurut Muzani, hal ini mencerminkan kedekatan historis dan emosional yang kuat antara kedua partai.
Muzani menjelaskan bahwa PDIP, dengan sejarahnya yang lebih panjang, adalah “kakak dalam perjuangan” bagi Gerindra yang baru berusia 17 tahun di tahun 2025 ini.
“Bahkan kalau ditarik ke belakang dengan PNI-nya jauh lebih tua lagi, sehingga Pak Prabowo menganggap itu adalah kakak asuh atau kakak dari perjuangan,” katanya.
Muzani juga mengakui bahwa meskipun sering berbeda pandangan politik, Gerindra dan PDIP memiliki banyak titik temu. Ia mencontohkan pencalonan Prabowo Subianto sebagai wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009 sebagai bukti kedekatan historis mereka.
Muzani tidak menutup kemungkinan kerja sama antara kedua partai dalam pemerintahan ke depan, namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dia juga mengapresiasi sikap PDIP di parlemen yang dinilainya akomodatif dan konstruktif terhadap pemerintahan. “Kami sangat terbantu dengan beberapa sikap PDIP yang sangat akomodatif dan sangat baik dalam pemerintahan, terutama di parlemen,” ujarnya.
Pernyataan “kakak-adik” ini sebelumnya dilontarkan Presiden Prabowo saat peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah (21/7), yang turut dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani. Prabowo menegaskan bahwa Bung Karno, yang merupakan kakek dari Puan Maharani, adalah milik seluruh bangsa Indonesia.
Prabowo bahkan berkelakar bahwa jika dadanya dibuka, ada Marhaen di dalamnya, merujuk pada ideologi Marhaenisme yang diperkenalkan Bung Karno. “Ini sebenarnya PDIP sama Gerindra ini kakak adik ini,” kata Prabowo saat itu.

Tinggalkan Balasan