JAKARTA, INDORAYA TODAY – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah sebagai wujud komitmen menjaga demokrasi. Hal ini ia sampaikan usai menerima audiensi sejumlah presiden BEM dari Undip, Unisula, Unes, USM, dan Unika Soegijapranata di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Muzani mengatakan pihaknya mendengar langsung masukan dan harapan yang disampaikan para mahasiswa terkait kondisi ekonomi hingga kebebasan berpendapat. Menurutnya, pemerintah di bawah Presiden Prabowo telah merespons tuntutan mahasiswa dengan kebijakan stimulus ekonomi 8+4+5.

“Alhamdulillah, Presiden Prabowo telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi 8+4+5 yang diharapkan mampu memberikan insentif dalam upaya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli,” tulis Muzani melalui akun Instagram pribadinya, @ahmadmuzani2, Kamis (18/9/2025).

Selain membahas soal kebijakan ekonomi, Muzani juga menerima laporan terkait sejumlah mahasiswa yang masih ditahan aparat pasca-aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Ia menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Sebagai solusi, saya tersambung dengan Gubernur Jawa Tengah Pak Ahmad Lutfi agar bisa segera memulangkan para mahasiswa tersebut apabila tidak adanya tindak pidana yang dilakukan,” kata Muzani.

Politisi senior Partai Gerindra itu menekankan, Indonesia sebagai negara demokrasi harus tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Karena itu, ia menilai dialog terbuka menjadi kunci dalam menyerap aspirasi rakyat sekaligus menjaga persatuan bangsa.

“Sebagai negara demokrasi, kita harus menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Membuka ruang dialog sebagai upaya menyerap aspirasi dari rakyat. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Muzani.

BACA JUGA:  Ahmad Muzani Resmi Buka Sidang Tahunan MPR 2025, Dihadiri Prabowo hingga Mantan Presiden