INDORAYATODAY.COM – Suasana khidmat bercampur akrab mewarnai taklimat yang digelar Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bagi seluruh jajaran eksekutif dan legislatifnya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, pada Sabtu (8/11).
Di tengah arahan serius mengenai filosofi kepemimpinan, momen menarik terjadi ketika Prabowo menyapa Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan julukan unik: “Don” dan “Si Kancil”.
Meskipun diselipi momen personal, Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden RI, segera kembali pada inti pesan utama. Ia menekankan kepada para kader bahwa jabatan dan kekuasaan adalah amanah yang harus digunakan untuk meninggalkan warisan kebaikan bagi bangsa dan negara.
Di hadapan para kader berseragam safari putih, Prabowo menginstruksikan kader untuk senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dan menjaga integritas. Pesan ini diperkuat dengan peribahasa kuno yang menyinggung pentingnya legacy dan nama baik.
“Lebih baik kita berbuat yang terbaik untuk rakyat,” tegas Prabowo. Ia lantas berujar, “Gajah meninggal meninggalkan gading. Harimau meninggal, mati, meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama.”
Pesan ini menjadi instruksi filosofis bagi kader untuk tidak hanya menyukseskan program kerakyatan, tetapi juga memastikan pengabdian dilakukan dengan jujur dan tulus.
Julukan ‘Don’ dan Pengakuan Kelihaian
Momen yang mencuri perhatian terjadi ketika Prabowo secara khusus menyapa Sufmi Dasco Ahmad, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Julukan “Don” dan “Si Kancil” ini disinyalir datang dari pengakuan publik atas kelihaian dan pengaruh Dasco dalam kancah politik.
“Rakyat memberi namanya don, profesor, doktor, insinyur, Don Sufmi Ahmad Dasco alias Si Kancil,” ujar Prabowo. Dasco, yang disapa demikian, hanya merespons dengan senyuman, sementara suasana internal partai menjadi lebih cair.
Namun, di balik keakraban tersebut, Prabowo kembali menegaskan pentingnya kader fokus pada agenda utama: menyukseskan program-program strategis demi kemajuan bangsa, sejalan dengan tanggung jawab untuk meninggalkan warisan nama baik yang abadi.

Tinggalkan Balasan