INDORAYATODAY.COM – Gunung Semeru, gunung api aktif di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Jumat (14/11) pagi. Erupsi dilaporkan menghasilkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak, menjadi bagian dari serangkaian letusan yang terjadi dalam rentang waktu dua jam.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi terekam pada pukul 05.55 WIB, dengan kolom letusan mencapai sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur laut.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 98 detik,” kata Sigit dalam laporan tertulisnya, Jumat.

Aktivitas vulkanik Semeru terpantau meningkat setelah sebelumnya, pada pukul 05.10 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami erupsi. Letusan pertama ini mencatatkan tinggi kolom abu 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl) dengan durasi lebih panjang, yakni 119 detik.

Saat ini, status Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi keamanan yang berlaku.

PVMBG mengeluarkan sejumlah larangan beraktivitas di radius bahaya untuk mencegah korban jiwa akibat awan panas dan lontaran batu pijar

BACA JUGA:  Gunung Semeru Erupsi 3 Kali, Kolom Letusan 700 Meter di Atas Puncak