DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dari sumbernya. Bersama Yayasan WWF Indonesia melalui program Plastic Smart Cities, DLHK menyalurkan bantuan drop box pilah sampah plastik ke sejumlah fasilitas umum di Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kamis (18/12/2025).

Bantuan drop box ini menjadi langkah konkret DLHK Depok dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah sampah, khususnya sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat didaur ulang, seperti botol plastik, gelas plastik, dan tutup botol.

DLHK menilai persoalan sampah plastik tidak bisa lagi ditangani secara konvensional. Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan perairan, termasuk melalui mikroplastik yang berdampak pada kesehatan dan ekosistem.

Data menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Dari sekitar 64 juta ton sampah per tahun, sebanyak 17-20 persen merupakan sampah plastik, dengan sekitar 350 ribu ton di antaranya mencemari perairan. Kondisi ini mendorong DLHK Depok untuk mengambil peran lebih aktif dalam mencegah kebocoran sampah plastik ke lingkungan.

Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, mengatakan bantuan drop box ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa tidak semua sampah harus berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Banyak sampah anorganik yang masih memiliki nilai dan seharusnya bisa dimanfaatkan kembali. Upaya kecil seperti memilah sampah dari rumah dan fasilitas umum sangat kami apresiasi, apalagi kondisi TPA Cipayung saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengurangan sampah dari sumber menjadi kunci untuk menekan beban TPA. Karena itu, DLHK membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh warga Kota Depok agar pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Gokasi Apresiasi Wali Kota Depok Supian Suri, Dukung Karateka Berlatih di Ruang Terbuka

Drop box berkapasitas sekitar 20-25 kilogram tersebut disalurkan ke SDN Beji 4, Puskesmas Depok Utara, dan Kantor Kecamatan Beji sebagai lokasi percontohan edukasi pilah sampah plastik di fasilitas publik.

Program ini juga menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Depok dan Yayasan WWF Indonesia dalam optimalisasi TPS 3R Jalan Jawa, Kelurahan Beji, yang saat ini tengah berjalan.

TPS 3R tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026 dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 10-15 ton per hari menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF), sebagai upaya lanjutan DLHK Depok dalam menekan timbunan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan.