INDORAYATODAY.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) menutup lembaran tahun 2025 dengan capaian strategis di sektor pangan. Pemerintah memastikan target swasembada untuk sejumlah komoditas bahan pokok, terutama beras dan jagung, telah berhasil direalisasikan secara mandiri tanpa bergantung pada keran impor.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain beras dan jagung, Indonesia juga melaporkan keberhasilan dalam mencukupi kebutuhan gula konsumsi secara domestik.

“Fokus kita memang di swasembada. Bagaimana tidak impor beras, jagung, dan gula konsumsi. Sejauh ini target-target tersebut berhasil kita capai,” ujar Sudaryono saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Memasuki tahun 2026, Kementan tidak hanya berupaya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga memperluas cakupan swasembada ke sektor perkebunan. Sudaryono mengungkapkan, komoditas seperti kopi, cokelat, mete, hingga tebu akan menjadi prioritas pengembangan guna memperkuat ekonomi kerakyatan dan daya saing ekspor.

Pemerintah optimistis bahwa dengan pengelolaan lahan yang optimal dan pendampingan kepada petani, komoditas-komoditas unggulan ini mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun global secara mandiri.

Langkah masif Kementan dalam menggenjot produksi pangan juga diarahkan untuk menyukseskan program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang menyasar lebih dari 80 juta penerima manfaat di tahun 2026 ini membutuhkan pasokan protein yang stabil dan melimpah.

Oleh karena itu, Kementan kini tengah memacu sektor peternakan guna meningkatkan produksi ayam, telur, hingga susu. Fokus pada asupan protein ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mencetak generasi muda yang sehat dan cerdas.

“Fokus dari MBG ini adalah protein yang cukup. Dengan asupan protein yang memadai, kita mengharapkan pertumbuhan anak-anak Indonesia akan jauh lebih bagus dan berkualitas,” pungkas Sudaryono.

BACA JUGA:  Pesan Tulus Anak Sekolah Rakyat untuk Presiden Prabowo: Tunggu Kami Ya Pak