DEPOK, INDORAYA TODAY – Sorot mata dan kamera tertuju pada satu sosok cilik di tengah riuh pembukaan Liga Basket Pelajar Kota Depok 2026. Dialah Rakha Faiz Hamzah, siswa SD Islam Al Azhar Sukmajaya yang tampil percaya diri di antara ratusan pebasket muda dari berbagai sekolah.
Hadir dipembukaan di GOR Kota Depok, Sukmajaya, Rakha menjadi representasi semangat baru olahraga pelajar. Meski usianya masih belia, jejak langkahnya di dunia olahraga sudah terbilang panjang dan beragam.
Putra pasangan Hamzah dan Evi Rahmawati ini bukan nama asing di arena kompetisi. Sebelum jatuh cinta pada bola basket, Rakha lebih dulu menorehkan pengalaman sebagai pegolf junior, mengikuti berbagai turnamen, baik nasional maupun internasional.
Tak hanya itu, Rakha juga sempat menekuni sepak bola. Ia bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) untuk mengasah kemampuan di lapangan hijau. Dunia olahraga seolah menjadi ruang tumbuh yang akrab bagi dirinya sejak dini.
Kini, Rakha membuka lembaran baru lewat basket. Latihan rutin dan disiplin membawanya masuk ke dalam tim sekolah untuk berlaga di Liga Basket Pelajar Kota Depok 2026, ajang bergengsi yang memperebutkan Piala Wali Kota Depok.
Momen spesial turut mengiringi langkah Rakha. Bersama rekan satu tim, ia berkesempatan berfoto dengan Wali Kota Depok, Supian Suri, pada pembukaan kejuaraan. Bagi Rakha, pengalaman tersebut menjadi suntikan semangat tersendiri.
“Luar biasa banget bisa lihat langsung banyak pemain dari sekolah lain se-Kota Depok. Permainan mereka bikin kita makin termotivasi buat latihan dan jadi lebih jago,” ujar Rakha, dilansir dari beritautama.co.id, Minggu (11/1/2025).
Liga Basket Pelajar Kota Depok 2026 diikuti 75 tim dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, putra dan putri. Pertandingan dijadwalkan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, menyesuaikan aktivitas belajar para siswa.
Tingginya partisipasi pelajar mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Perbasi Jawa Barat, yang menilai ajang ini sebagai wadah strategis pembinaan atlet usia dini.
Atmosfer kompetisi yang kompetitif namun sportif diharapkan mampu membentuk mental tanding para peserta. Bagi Rakha, liga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan ruang belajar, berproses, dan bermimpi lebih jauh di dunia olahraga.

Tinggalkan Balasan