INDORAYATODAY.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meluruskan kabar yang menyebutkan adanya ratusan korban dalam insiden munculnya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Rabu (14/1/2026). Ia menegaskan bahwa informasi mengenai adanya korban jiwa atau pekerja yang terjebak dalam jumlah besar adalah tidak benar.

Klarifikasi ini disampaikan Rudy usai menggelar rapat darurat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan manajemen PT Antam di Koramil Nanggung. Langkah cepat ini diambil guna memberikan informasi valid kepada masyarakat sekaligus meredam kepanikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan Antam, Kapolres, dan Dandim. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” ujar Rudy, Rabu malam.

Rudy menjelaskan, angka “700” yang sempat beredar di masyarakat dan memicu salah paham merupakan istilah teknis untuk menunjukkan tingkatan atau portal kerja di dalam area tambang. “Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan,” tambahnya.

Peristiwa kemunculan asap tersebut dilaporkan terjadi pada salah satu level tambang sekitar pukul 00.30 WIB. Saat kejadian, tidak ada aktivitas penambangan resmi yang tengah berlangsung. Meskipun tidak ada korban dari pihak internal perusahaan, Pemkab Bogor tetap menyiagakan personel BPBD, pemadam kebakaran, dan ambulans di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi.

Kondisi Pekerja Aman General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, memastikan seluruh karyawan berada dalam kondisi aman. Prosedur evakuasi telah dijalankan sesuai standar keselamatan perusahaan segera setelah asap terdeteksi.

“Aktivitas di area terdampak kami hentikan sementara. Tidak ada karyawan Antam yang terjebak ataupun menjadi korban,” tegas Nilus.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto membantah isu adanya ledakan di area tambang emas tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim teknis Antam masih menelusuri sumber munculnya asap. Tim investigasi baru akan memasuki area tersebut setelah kadar gas dipastikan berada pada level aman.

BACA JUGA:  Wali Kota Supian Suri: Depok Terus Perkuat Infrastruktur di Titik Rawan Banjir

Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan informasi lanjutan berdasarkan data lapangan guna memastikan keamanan warga di sekitar kawasan pertambangan.