DEPOK, INDORAYA TODAY – Ketua Fraksi DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menegaskan bahwa pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kota Depok menjadi bukti nyata perubahan arah kebijakan pendidikan di era kepemimpinan Wali Kota Supian Suri.
Edi menilai, selama hampir dua dekade terakhir, kebutuhan masyarakat terhadap madrasah negeri hanya sebatas janji politik yang tidak pernah terealisasi. Kondisi itu, kata dia, kini terjawab melalui kolaborasi konkret Pemerintah Kota Depok dengan Kementerian Agama.
“Selama 20 tahun ini yang disampaikan hanya janji. Baru sekarang kita melihat realisasi nyata. Pemerintah Kota Depok memberikan hibah tanah dan bangunan untuk Madrasah Tsanawiyah Negeri Pancoran Mas,” ujar Edi, usai menghadiri peresmian MTsN Pancoran Mas, Rabu (21/1/2026).
Menurut Edi, kehadiran MTsN bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan berbasis keagamaan yang selama ini sangat dinantikan warga.
Ia menegaskan, dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Supian Suri, komitmen tersebut berhasil dibuktikan. Hal ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses sekolah madrasah negeri di Kota Depok.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini sudah terbukti. Kehadiran Madrasah Tsanawiyah Negeri menjawab kebutuhan masyarakat yang hakiki,” kata Edi.
Edi juga mengaitkan langkah tersebut dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah. Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir secara aktif menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
“Pemerintah tidak boleh absen. Pendidikan adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Dari sekarang anak-anak kita harus dipersiapkan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Edi turut menyinggung pernyataan Wakil Menteri Agama yang menyebut Supian Suri sebagai “Bapak Madrasah Kota Depok” saat seremoni peresmian MTs Negeri Pancoran Mas.
Ia menilai penyematan sebutan tersebut mencerminkan pengakuan atas komitmen dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan madrasah di Depok.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini penanda bahwa kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Edi.

Tinggalkan Balasan