INDORAYATODAY.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berhasil menuntaskan rangkaian kunjungan kenegaraan di Inggris dengan membawa sejumlah kesepakatan strategis yang berdampak langsung bagi perekonomian nasional.

Kesepakatan tersebut mencakup komitmen investasi bernilai fantastis, pemberdayaan sektor maritim, hingga penguatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kunjungan ini menghasilkan komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara dengan Rp 90 triliun. Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di berbagai sektor strategis.

“Intinya, Bapak Presiden setiap melakukan kunjungan ke luar negeri menginginkan adanya hasil konkret dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pembangunan 1.582 unit kapal nelayan. Berbeda dengan skema impor, ribuan kapal ini akan diproduksi dan dirakit sepenuhnya di dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, proyek ini diprediksi akan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja. “Nantinya kapal-kapal ini diproduksi di Indonesia, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi industri perkapalan nasional dan kesejahteraan para nelayan,” kata Teddy menambahkan.

Di sektor sumber daya manusia, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Dalam pertemuannya dengan 24 profesor dari universitas ternama Inggris yang tergabung dalam Russell Group—seperti Oxford, King’s College London, hingga Imperial College London—Presiden mencanangkan pembangunan 10 kampus baru di Indonesia.

Fokus utama pembangunan kampus-kampus ini adalah pada bidang Kedokteran serta bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Kerja sama ini mencakup pendirian cabang universitas Inggris di Indonesia, peningkatan kuota beasiswa bagi mahasiswa tanah air, hingga program pertukaran dosen.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Berdiri Sejajar dengan Xi Jinping, Putin dan Kim Jong Un di Parade Militer China

Sinergi dengan institusi pendidikan kelas dunia ini diharapkan dapat mengakselerasi peringkat universitas-universitas di Indonesia di tingkat global. Dengan SDM yang unggul dan mandiri, Indonesia diharapkan mampu bersaing dalam kancah internasional di masa depan.