INDORAYATODAY.COM  – Otoritas kesehatan India melaporkan temuan kasus virus Nipah yang mematikan di negara bagian Bengal Barat. Hingga Ahad (25/1/2026), sedikitnya lima orang dikonfirmasi terinfeksi virus yang bersumber dari kelelawar tersebut, termasuk seorang dokter dan perawat.

Wabah ini memicu kekhawatiran serius lantaran hingga kini belum ditemukan vaksin maupun obat penawar untuk infeksi tersebut. Pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat dengan mengarantina sekitar 100 orang, sementara beberapa pasien dilaporkan dalam kondisi kritis.

Laporan dari Independent menyebutkan bahwa penyebaran virus ini berlangsung sangat cepat. Salah satu kasus kritis dialami oleh seorang perawat yang diduga tertular saat menangani pasien dengan gejala pernapasan akut.

“Perawat tersebut saat ini dalam kondisi koma. Kuat dugaan ia terinfeksi saat memberikan perawatan intensif kepada pasien yang menderita komplikasi pernapasan parah,” tulis laporan media setempat, dikutip Senin (26/1).

Sebagai langkah mitigasi, pihak berwenang telah melacak sekitar 180 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien. Sebanyak 20 orang di antaranya telah ditempatkan di bawah pengawasan ketat karantina rumah sakit.

Virus Nipah dikategorikan sebagai penyakit zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia, maupun antarmanusia. Di India, kelelawar buah dianggap sebagai inang utama atau sumber infeksi awal.

Infeksi virus ini memiliki spektrum klinis yang beragam, mulai dari tanpa gejala (asimtomatik) hingga menyebabkan komplikasi pernapasan yang parah dan peradangan otak (ensefalitis). Mengingat fatalitasnya yang tinggi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memasukkan Nipah ke dalam daftar penyakit prioritas yang berpotensi menjadi pandemi.

Masyarakat internasional kini memantau ketat perkembangan di Bengal Barat, sementara para ahli kesehatan mengimbau peningkatan protokol perlindungan bagi tenaga medis yang berada di garda terdepan penanganan wabah.

BACA JUGA:  Menlu Sugiono: Kemitraan ASEAN-Korea Harus Jadi Motor Ekonomi Digital Global