INDORAYATODAY.COM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam menjamin keberhasilan pembangunan nasional. Sebagai institusi tertinggi dalam pemeriksaan keuangan negara, BPK dinilai menjadi pilar utama dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan.
Hal tersebut disampaikan Rachmat saat menerima kunjungan Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, di Jakarta. Pertemuan strategis ini membahas penguatan kolaborasi antarlembaga guna mengawal program prioritas menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Rachmat menyampaikan harapannya agar BPK dapat bertransformasi melampaui fungsi tradisionalnya. Ia mendorong penguatan BPK agar tidak sekadar berfungsi sebagai pemeriksa setelah kegiatan usai (post auditor), melainkan mampu mendeteksi risiko tata kelola sejak dini.
“Kami menginginkan peran BPK semakin kuat, tidak hanya sebagai post auditor, tetapi juga mampu mendeteksi potensi risiko tata kelola sejak awal, termasuk pada aspek penerimaan negara,” ujar Rachmat dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
Langkah modernisasi ini dianggap krusial di tengah dinamika global yang kian kompleks, mulai dari tantangan perubahan iklim hingga disrupsi teknologi dan ketidakpastian geopolitik.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappenas juga menyampaikan apresiasi atas reputasi BPK yang diakui secara global. Kepercayaan internasional ini tecermin dari terpilihnya BPK RI sebagai Dewan Auditor PBB (United Nations Board of Auditors) untuk periode 2026–2032.
Selain itu, BPK juga dipastikan memegang kepemimpinan pada International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) periode 2028–2031. Prestasi ini dipandang sebagai bukti profesionalisme auditor Indonesia di mata dunia.
Rachmat menekankan bahwa keberhasilan visi jangka panjang bangsa dimulai dari perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat. Sinergi antara Bappenas dan BPK diharapkan menjadi “jembatan emas” untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Strategi yang baik akan menghasilkan dampak yang baik pula. Semoga ini menjadi langkah awal dalam mencatatkan sejarah baru melalui modernisasi BPK sebagai komitmen bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan