DEPOK, INDORAYA TODAY – Nama BisKita Trans Depok resmi menghilang dari peta transportasi publik Kota Depok. Mulai Januari 2026, layanan angkutan umum tersebut berganti nama menjadi Teman Bus, mengikuti program transisi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk integrasi layanan angkutan massal di daerah.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Aan Syurahman, menegaskan perubahan nama ini bukan sekadar “ganti label”, melainkan bagian dari upaya standarisasi layanan publik agar setara dengan moda transportasi massal lain seperti MRT dan LRT.

“BisKita merupakan program Kemenhub yang bertujuan untuk menstandarkan layanan transportasi publik di daerah agar setara dengan MRT dan LRT, baik dari sisi kenyamanan, kebersihan, maupun keamanan,” ujar Aan, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Selasa (27/01/2026).

Meski namanya berubah, Aan memastikan layanan Trans Depok tetap berjalan seperti biasa. Operator yang menangani rute dan pelayanan tetap sama, yakni Agra Mas, dengan rute dan pola layanan yang tidak mengalami perubahan.

“Kita pastikan operasionalnya tetap berjalan normal. Untuk Kota Depok, operatornya tetap Agra Mas, dan rute maupun pola layanan tidak berubah,” kata Aan.

Namun, yang paling bikin warga Depok penasaran adalah soal biaya layanan. Hingga saat ini, Teman Bus masih gratis untuk masyarakat. Kebijakan ini berlaku hingga April 2026, dan merupakan bagian dari kebijakan awal program Teman Bus.

“Saat ini Teman Bus masih gratis sampai April. Setelah itu, kami masih menunggu keputusan dari Kemenhub terkait kelanjutan subsidi,” kata Aan.

Bila nantinya pemerintah pusat memutuskan untuk menghentikan subsidi, warga Depok harus bersiap merogoh kocek. Dishub Kota Depok telah menyiapkan skema tarif satu harga sebesar Rp6.000 untuk seluruh rute dan koridor.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Tegaskan Pentingnya Makanan Bergizi Gratis bagi Anak-anak

“Skema tarifnya satu harga, Rp6.000, agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Dishub menegaskan, perubahan kebijakan tarif akan diumumkan secara resmi kepada publik. Ini sekaligus bagian dari upaya menjaga kualitas layanan transportasi publik di Depok, tanpa membuat warga kebingungan.

Perubahan nama BisKita menjadi Teman Bus juga merupakan langkah awal integrasi sistem transportasi daerah yang bakal dikelola secara bertahap oleh Pemerintah Kota Depok. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Depok mulai serius membangun ekosistem transportasi publik yang lebih modern dan terstandar.