INDORAYATODAY.COM — Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh aksi memukau seorang bocah berusia lima tahun bernama Fajar Alamri. Di usianya yang masih balita, bocah asal Sulawesi ini sudah berani tampil berkompetisi dengan para pemain dewasa dalam ajang biliar bergengsi, Carabao International Open (CIO) 2026 yang digelar di Jakarta, 4-8 Februari 2026.
Video aksi Fajar saat membidik bola di atas meja hijau viral dan menuai kekaguman publik. Meski tubuhnya belum cukup tinggi untuk menjangkau meja—sehingga harus dibantu alat penyangga khusus—Fajar menunjukkan ketenangan luar biasa layaknya pemain profesional dalam mengukur sudut tembakan.
Sang ayah, Jafar Alamri, menceritakan bahwa putra kecilnya itu sudah mulai menunjukkan ketertarikan pada olahraga biliar sejak usia tiga tahun. Awalnya, Fajar hanya sering memanjat meja dan bermain dengan bola biliar, namun Jafar menyadari bahwa putranya memiliki akurasi bidikan yang tidak biasa untuk anak seusianya.
“Awalnya saya lihat dia suka manjat-manjat meja biliar, bidik-bidik bola. Saya perhatikan bidikannya sudah lurus. Baru sekitar 5-6 bulan terakhir ini ia fokus latihan serius,” ujar Jafar kepada awak media, Senin (9/2/2026).
Meski harus mengakui keunggulan lawan pada pertandingan pertamanya di CIO 2026, kehadiran Fajar tetap dianggap sebagai fenomena positif bagi dunia olahraga biliar tanah air. Bagi orang tuanya, mengikuti turnamen internasional di usia sedini itu bukan semata-mata mengejar trofi atau predikat juara.
Jafar menekankan bahwa tujuan utama mengikutsertakan Fajar dalam berbagai kejuaraan adalah untuk membentuk karakter dan ketangguhan mental. Baginya, berhadapan dengan lawan yang jauh lebih dewasa di panggung internasional adalah investasi berharga bagi masa depan sang putra.
“Fokus utamanya bukan semata prestasi, melainkan pembentukan mental. Yang paling penting buat saya itu melatih mentalnya dulu. Mental itu mahal,” tegas Jafar.
Langkah Fajar Alamri diharapkan menjadi pemantik bagi munculnya bibit-bibit muda potensial di cabang olahraga biliar Indonesia. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan moral dari keluarga, “bocah ajaib” asal Sulawesi ini diprediksi akan menjadi aset berharga bagi masa depan olahraga nasional di kancah global.

Tinggalkan Balasan