INDORAYATODAY.COM – Posisi Indonesia sebagai magnet investasi global di sektor energi hijau dan teknologi semakin memperlihatkan tajinya pada awal tahun 2026. Derasnya arus modal asing dari berbagai negara maju menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan internasional terhadap fondasi ekonomi nasional yang dinilai semakin tangguh.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengungkapkan bahwa fenomena ini menempatkan Indonesia pada peta pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia. Menurutnya, stabilitas domestik dan reformasi kebijakan menjadi alasan utama para investor berebut masuk ke pasar tanah air.

Sektor energi bersih menjadi salah satu pilar utama investasi. Jepang, sebagai salah satu mitra strategis, telah menyiapkan dana sebesar 500 juta dolar AS untuk mendukung proyek nol emisi di kawasan ASEAN. Salah satu proyek mercusuar dalam rencana tersebut adalah pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 12.600 MW di wilayah Jawa Barat.

“Ini bukan hanya Jepang, Singapura juga bersiap menjadi pasar utama ekspor energi hijau Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan talenta digital anak bangsa,” ujar Sudaryono melalui keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Tak hanya dari Asia, dukungan signifikan juga datang dari Eropa. Inggris melalui jaringan universitas ternama Russell Group, termasuk University of Cambridge dan Imperial College London, berkomitmen mendukung pembangunan 10 universitas kelas dunia di Indonesia. Fokus kerja sama pendidikan ini mencakup bidang sains, teknologi, dan kedokteran.

Sudaryono memaparkan bahwa minat investor asing ini didukung oleh indikator ekonomi domestik yang sangat solid. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level ekspansif yakni 52,6, dibarengi dengan indeks kepercayaan konsumen yang tinggi di angka 123.

“Indikator-indikator ini menunjukkan bahwa sektor domestik tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Inilah daya tarik utama yang menjadikan Indonesia pusat pertumbuhan baru dunia,” tegasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Kedaulatan Pangan, Wamentan: Kemitraan Global Kunci Tekan Impor Bahan Baku

Ketahanan ekonomi nasional semakin dipertegas dengan capaian surplus perdagangan yang berhasil dipertahankan selama 68 bulan berturut-turut. Selain itu, cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai 142 miliar dolar AS, sebuah angka yang memberikan bantalan kuat bagi stabilitas nilai tukar.

Pemerintah juga terus melakukan penguatan di sisi internal melalui reformasi pasar modal, peningkatan transparansi, perbaikan tata kelola, serta penegakan hukum yang semakin tegas. Langkah-langkah ini dianggap sebagai faktor krusial yang memperkuat optimisme pasar global terhadap prospek jangka panjang ekonomi Indonesia.