INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai pondok pesantren memiliki peran strategis dalam menyelaraskan visi kemajuan bangsa, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Buka Puasa Bersama 5.000 warga di Pondok Modern Tazakka, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026).
Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menyebut Pesantren Tazakka sebagai ikon lembaga pendidikan Islam yang visinya sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto.
Dia menekankan bahwa kerukunan antar elemen masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Pesantren Tazakka adalah simbol kemajuan pendidikan Islam yang visinya selaras dengan pemerintah. Saya berpesan agar masyarakat tetap guyub dan bersatu, karena saat ini Indonesia memiliki fundamental swasembada pangan yang kuat,” ujar Sudaryono di hadapan ribuan santri dan tokoh masyarakat.
Komitmen Swasembada Pangan Sudaryono menjelaskan bahwa penguatan sektor pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan teknis di lahan pertanian, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk santri dan ulama.
Dia meyakini dukungan moral dan pendidikan dari pesantren dapat mempercepat pencapaian target-target kedaulatan pangan Presiden Prabowo.
Senada dengan Wamentan, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa indikator ketahanan pangan saat ini terlihat dari ketersediaan stok bahan pokok yang terjamin di seluruh wilayah Tanah Air.
Bakti Sosial dan Silaturahmi Akbar Acara bertajuk Silaturahim Akbar Ramadan 1447 H ini dihadiri oleh lintas profesi, mulai dari ulama, rektor perguruan tinggi, hingga pejabat daerah. Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH Anang Rikza, menyebut kehadiran pemerintah dalam forum ini merupakan simbol persatuan bangsa.
Selain kegiatan buka puasa dan tarawih berjamaah, acara ini diwarnai dengan aksi sosial berupa penyaluran 1.750 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu, guru mengaji, dan penyandang disabilitas. Program ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Liga Muslim Dunia (MWL).
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Faiz Kurniawan, Direktur Liga Muslim Dunia HE Abdul Rahman Al-Khoyyat, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Batang.

Tinggalkan Balasan