INDORAYATODAY.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0. Dalam disertasinya, ia membedah kunci efisiensi industri pupuk nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Gelar tersebut diraih sosok yang akrab disapa Mas Dar ini setelah sukses mempertahankan disertasi berjudul “Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia” di hadapan sidang terbuka di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Bogor.
Dalam penelitiannya, Sudaryono menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor pertanian. Menurutnya, kebijakan holdingisasi memerlukan pengawasan ketat pada aspek Key Strategic Performance Objective (KSPO) dan manajemen utang.
“Setelah organisasi mengalami perubahan melalui holdingisasi, penguatan sistem pengawasan kerja menjadi sangat krusial untuk memastikan tujuan strategis tercapai,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Salah satu temuan signifikan dalam riset tersebut adalah dampak positif perubahan skema subsidi pupuk. Sudaryono memaparkan bahwa peralihan subsidi dari produk akhir ke subsidi bahan baku telah meningkatkan efisiensi keuangan di tubuh Pupuk Indonesia sebesar 4,1 persen hingga 3,6 persen.
Menariknya, efisiensi ini tidak hanya memperkuat neraca keuangan perusahaan, tetapi juga dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.
“Hasil efisiensi tersebut digunakan untuk memberikan diskon pupuk bersubsidi sebesar 20 persen bagi petani tanpa harus membebani APBN dengan anggaran baru,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah holdingisasi di sektor pupuk telah membuktikan bahwa integrasi organisasi yang tepat dapat menghasilkan ruang fiskal yang lebih sehat. Dengan demikian, negara dapat memberikan dukungan lebih besar kepada sektor ketahanan pangan tanpa ketergantungan berlebih pada tambahan anggaran negara.
Pencapaian akademis Wamentan ini diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah dalam pengambilan kebijakan strategis di Kementerian Pertanian, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan