INDORAYATODAY.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, mengungkapkan bahwa volume cadangan beras nasional saat ini telah menembus angka 5,37 juta ton. Capaian masif tersebut tercatat sebagai rekor ketersediaan stok pangan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Ibu Pertiwi.

Lonjakan cadangan pangan ini didorong oleh optimalnya hasil produksi dan penyerapan gabah lokal selama paruh pertama tahun ini. Proyeksi ketersediaan stok pada semester I 2026 ini merepresentasikan pertumbuhan yang sangat signifikan di hulu pertanian domestik.

“Angka ini (proyeksi semester I) naik 25,54 persen dari realisasi tahun sebelumnya, yaitu yang sebesar 2,65 juta ton,” ujar Sudaryono di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Melihat tren positif yang tengah berjalan, Sudaryono optimistis target penyerapan beras secara nasional hingga akhir tahun akan tercapai secara mulus. Terlebih, Indonesia dinilai masih memiliki modal berupa potensi luasan panen yang cukup tinggi di sejumlah daerah lumbung pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Sebagai gambaran data, Kementerian Pertanian mencatat potensi luas panen pada Mei 2026 ini diperkirakan mampu mencapai 929.000 hektare (ha). Sementara itu, potensi luasan panen untuk periode Juni 2026 diproyeksikan bakal menyentuh angka 841.000 ha.

Dengan sokongan luas lahan yang siap panen tersebut, ia meyakini akselerasi penyerapan beras pada semester II 2026 akan berjalan optimal. Langkah ini diyakini akan sangat membantu pemerintah dalam mengamankan target pengadaan sekaligus memperkokoh lini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) demi mengantisipasi fluktuasi harga di pasar.

“Pada Juli hingga Desember, target pengadaan kita tetapkan sebesar 670 ribu ton, atau naik 24,16 persen dari realisasi tahun sebelumnya,” kata Wamentan menerangkan.

 

BACA JUGA:  Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung di Bengkayang, Indonesia Resmi Ekspor ke Mancanegara