INDORAYATODAY.COM, TEKNO – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi lanskap dunia kerja global. Sejumlah profesi berbasis digital kini menghadapi risiko tergeser, seiring kemampuan AI yang mampu mengotomatisasi tugas-tugas seperti pengolahan data, penulisan kode, hingga layanan pelanggan secara lebih cepat dan efisien.

Temuan ini tercermin dalam laporan bertajuk Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence yang dirilis oleh Anthropic. Laporan tersebut mengidentifikasi pekerjaan dengan tingkat paparan tinggi terhadap AI, terutama yang bersifat repetitif, berbasis layar, dan mudah dipelajari oleh sistem otomatis.

Berdasarkan rangkuman data, terdapat 10 profesi yang dinilai paling rentan terdampak AI. Profesi tersebut didominasi pekerjaan di sektor teknologi dan layanan digital.

Daftar profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi meliputi:

  • Programmer
  • Customer service
  • Data entry
  • Spesialis rekam medis
  • Analis riset pasar dan pemasaran
  • Tenaga penjualan grosir dan manufaktur
  • Analis keuangan dan investasi
  • Software QA (penguji perangkat lunak)
  • Analis keamanan informasi
  • Spesialis dukungan komputer

Dalam laporan itu disebutkan, programmer menjadi profesi dengan paparan AI paling tinggi. Posisi tersebut diikuti oleh pekerjaan layanan pelanggan dan entri data yang selama ini banyak bergantung pada sistem digital terstruktur.

AI dinilai mampu mengambil alih sebagian besar tugas dalam profesi tersebut karena berbasis pola, aturan, dan data yang dapat dipelajari mesin secara cepat.

Di sisi lain, laporan yang sama juga menunjukkan bahwa tidak semua pekerjaan berada dalam risiko tinggi. Sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat bahkan tercatat memiliki tingkat paparan AI nol persen.

Pekerjaan yang relatif aman dari AI umumnya membutuhkan keterampilan fisik, interaksi langsung, serta kemampuan adaptasi situasional yang kompleks.

Beberapa profesi yang dinilai lebih tahan terhadap disrupsi AI antara lain:

  • Guru dan tenaga pendidik
  • Perawat dan praktisi kesehatan
  • Pekerja pertanian
  • Mekanik sepeda motor
  • Koki
  • Pencuci piring
  • Penjaga pantai
  • Bartender
  • Penjaga ruang ganti
  • Pengacara litigasi
BACA JUGA:  Rekaman Bocor! Lisa Mariana Ungkap Tuntutan Aneh dari Ridwan Kamil

Profesi tersebut sulit digantikan karena melibatkan empati, komunikasi tatap muka, serta keterampilan motorik yang belum dapat direplikasi secara optimal oleh teknologi AI saat ini.

Perkembangan AI membawa perubahan signifikan terhadap dunia kerja, khususnya pada profesi berbasis digital dan repetitif. Meski demikian, pekerjaan yang mengandalkan interaksi manusia dan keterampilan fisik masih relatif aman, setidaknya dalam waktu dekat. ***