INDORAYATODAY.COM — Kementerian Hukum (Kemenkum) RI memperkuat sinergi dengan platform digital global untuk membenahi tata kelola hak cipta dan royalti di Indonesia.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menggelar pertemuan strategis dengan VP Global Head of Government Affairs & Public Policy YouTube, Leslie Miller, di Kantor Kemenkum, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Pertemuan tersebut fokus pada penguatan perlindungan hak cipta, transparansi royalti, serta tantangan integrasi Kecerdasan Artifisial (AI) dalam ekosistem kreatif. Supratman menegaskan, platform digital adalah mitra strategis dalam mendorong ekonomi kreatif, namun sistem distribusi royalti di dalam negeri masih memerlukan pembenahan serius.

“Ke depan, tata kelola royalti harus semakin transparan, adil, dan berpihak kepada para kreator, musisi, serta performer Indonesia. Tantangan utama saat ini bukan pada platform, melainkan pada sistem pengelolaan oleh lembaga manajemen kolektif,” ujar Supratman.

Pemerintah saat ini tengah memperkuat peran Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dengan mendorong penerapan pemungutan hak mekanikal digital melalui sistem satu pintu. Langkah ini diambil untuk meningkatkan akuntabilitas dan memastikan pembagian royalti yang lebih presisi. Selain itu, pemerintah juga sedang membangun basis data lagu nasional sebagai fondasi distribusi royalti yang lebih baik.

Selain isu royalti, Menkum menyoroti ancaman baru di era digital seperti fenomena voice cloning dan perlindungan kemiripan identitas (likeness rights) yang dipicu oleh teknologi AI. Ia menyatakan bahwa pemerintah tengah menggodok regulasi terkait AI dan revisi RUU Hak Cipta.

“Kami ingin memastikan inovasi teknologi tetap berkembang tanpa mengorbankan hak ekonomi dan reputasi para kreator,” tegas Supratman.

Sementara itu, Leslie Miller menyatakan komitmen YouTube dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di Indonesia. Ia menyambut baik inisiatif pemerintah terkait manajemen hak yang efektif dan remunerasi yang adil bagi para pemangku kepentingan.

BACA JUGA:  Menkum: Naturalisasi Atlet Keturunan Langkah Strategis Majukan Timnas

“YouTube menantikan kerja sama dengan otoritas Indonesia dan pemangku kepentingan, termasuk LMKN, untuk memastikan kerangka hak cipta yang seimbang dan bertanggung jawab,” tutur Leslie.

Pihak YouTube juga menyatakan kesiapannya berkolaborasi lebih jauh terkait isu keamanan daring serta perlindungan anak di ruang digital, mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis bagi platform tersebut.