INDORAYATODAY.COM – PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti rencana pemerintah Indonesia membeli minyak mentah dari Rusia. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi pasar energi global.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang amanah pengelolaan energi, pihaknya akan bergerak sesuai dengan koridor regulasi.

“Saat ini, penjajakan masih di level pemerintah. Sebagai BUMN yang mengelola energi nasional, Pertamina akan menindaklanjuti sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan,” ujar Baron saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Baron menjelaskan, Pertamina pada dasarnya sangat terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama internasional demi memastikan pasokan energi domestik tetap berkelanjutan. Namun, ia menekankan bahwa setiap langkah kerja sama tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence) serta kepatuhan terhadap hukum internasional.

Terkait teknis pengolahan, Pertamina tengah mempelajari kecocokan spesifikasi minyak mentah (crude) asal Rusia dengan kilang-kilang yang ada di Indonesia.

“Kami akan pelajari jenis crude tersebut. Dengan adanya modernisasi kilang melalui program RDMP, ke depan diharapkan kilang Pertamina memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk mengolah berbagai jenis minyak mentah dari berbagai sumber,” tambahnya.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut pertemuan tersebut membahas kerja sama energi yang konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Menurut Bahlil, kolaborasi ini tidak hanya mencakup perdagangan minyak mentah, tetapi juga pengembangan infrastruktur kilang dan pemanfaatan teknologi energi.

“Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih sebagai upaya mendukung diversifikasi energi nasional,” jelas Bahlil.

BACA JUGA:  Viral Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM, Pertamina Bilang Begini

Pemerintah memandang Rusia sebagai salah satu produsen energi utama dunia yang mampu menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri, terutama saat pasar global masih dibayangi tekanan geopolitik.