DEPOK, INDORAYA TODAY – Tradisi lama masyarakat Betawi kembali dihidupkan dalam rangkaian Lebaran Depok 2026. Salah satunya adalah “Nyedengin Baju”, sebuah kebiasaan sederhana yang sarat makna, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Nyedengin baju merupakan tradisi orang tua zaman dahulu saat menyiapkan pakaian baru untuk anak-anak. Kala itu, ukuran tubuh hanya diukur menggunakan tali pada bagian pundak dan pinggang, sebelum akhirnya dibawa ke tukang jahit.

Setelah pakaian selesai dibuat, anak-anak akan mencoba baju tersebut untuk memastikan apakah ukurannya pas atau tidak. Proses “nyedengin” inilah yang kemudian menjadi tradisi tersendiri di tengah masyarakat Betawi.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar soal mencoba pakaian baru, tetapi menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat tempo dulu.

“Nyedengin baju mengajarkan kesederhanaan dan perencanaan. Dulu, orang tua membuatkan baju lebih besar agar bisa dipakai lebih lama, karena anak-anak hanya dibelikan pakaian setahun sekali,” ujar Hamzah, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, kebiasaan tersebut mencerminkan nilai kehati-hatian dalam mengelola kebutuhan hidup, sekaligus bentuk kasih sayang orang tua yang memikirkan masa depan anak-anaknya.

Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi simbol kebersamaan keluarga. Momen mencoba baju baru menjelang Lebaran menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak di tengah keterbatasan yang ada.

Hamzah menambahkan, Nyedengin Baju kini diangkat kembali dalam rangkaian Lebaran Depok sebagai upaya melestarikan budaya Betawi yang mulai ditinggalkan generasi muda.

“Melalui Lebaran Depok, kami ingin mengenalkan kembali kebiasaan orang tua dulu kepada anak-anak milenial, agar mereka tidak melupakan akar budaya sendiri,” katanya.

Lebaran Depok sendiri bukan hanya perayaan biasa, tetapi juga menjadi ruang pelestarian tradisi lokal yang sarat nilai sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat Betawi.

BACA JUGA:  930 Titik WiFi Gratis di Depok, Bisa Diakses Tanpa Paket Data dan Tanpa Password

Rangkaian Lebaran Depok 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 5 Mei hingga 9 Mei 2026, dengan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat luas.

Pembukaan acara akan digelar serentak di tiga wilayah, yakni Tapos, Cipayung, dan Sawangan, sebelum berlanjut di Alun-alun Grand Depok City (GDC) sebagai pusat kegiatan.

Dengan dihidupkannya kembali tradisi Nyedengin Baju, diharapkan generasi muda Depok dapat memahami bahwa di balik kesederhanaan masa lalu, tersimpan nilai-nilai kebijaksanaan yang relevan hingga saat ini.