DEPOK, INDORAYA TODAY – Tradisi Pasar Penghabisan kembali diangkat dalam rangkaian Lebaran Depok 2026, menjadi pengingat kuat akan kearifan lokal yang pernah hidup di tengah masyarakat Kota Depok sejak puluhan tahun silam.

Istilah Pasar Penghabisan memang terdengar asing bagi sebagian warga, terutama generasi muda. Namun, tradisi ini memiliki akar sejarah panjang sejak era 1970-an, ketika Pasar Depok menjadi pusat aktivitas ekonomi warga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pada masa itu, sehari sebelum Lebaran, pasar justru berada di puncak keramaian. Warga berbondong-bondong datang untuk “menghabiskan” kebutuhan terakhir, mulai dari bahan dapur, pakaian baru anak-anak, hingga perlengkapan rumah tangga.

Dari situlah istilah Pasar Penghabisan lahir. Bukan sekadar aktivitas belanja, tetapi momentum terakhir masyarakat mempersiapkan diri menyambut hari kemenangan.

Uniknya, setelah momen tersebut, pasar akan tutup selama kurang lebih empat hari. Para pedagang ikut merayakan Idul Fitri bersama keluarga, sehingga roda ekonomi berhenti sejenak, memberi ruang bagi nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas ekonomi, melainkan memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan karakter masyarakat Depok tempo dulu.

“Pasar Penghabisan adalah simbol persiapan total masyarakat dalam menyambut Lebaran, sekaligus mencerminkan kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur,” ujar Hamzah, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, tradisi tersebut kini mulai jarang dikenal. Karena itu, Kumpulan Orang Orang Depok atau KOOD berinisiatif menghidupkan kembali Pasar Penghabisan sebagai bagian penting dari identitas budaya lokal.

Lebaran Depok 2026 sendiri akan digelar selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Mei 2026, dengan rangkaian kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah.

Pembukaan acara dijadwalkan berlangsung serentak di tiga kecamatan, yakni Tapos, Cipayung, dan Sawangan. Selanjutnya, berbagai kegiatan budaya dan hiburan akan dipusatkan di kawasan Alun-alun Grand Depok City (GDC).

BACA JUGA:  DLHK Depok Siapkan Perbaikan Cepat Jembatan Gantung Alun-Alun Barat Pasca Pohon Tumbang

Melalui penguatan tradisi seperti Pasar Penghabisan, Pemerintah Kota Depok bersama masyarakat berharap nilai-nilai budaya lokal tidak hilang ditelan zaman, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan Lebaran Depok.