INDORAYATODAY.COM – Suasana khusyuk pelaksanaan salat subuh di Masjid Jami Baiturrahman, Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, berubah menjadi duka mendalam pada Senin (20/4/2026). Imam masjid setempat, Adnan (63 tahun), mengembuskan napas terakhirnya saat tengah memimpin jamaah dalam rakaat kedua.
Ketua DKM Masjid Baiturrahman, Herman, menuturkan bahwa rangkaian ibadah awalnya berjalan sebagaimana mestinya. Namun, memasuki sujud kedua setelah pembacaan doa qunut, kondisi fisik almarhum tampak melemah.
“Saat bangun dari sujud pertama dan hendak sujud kedua, kondisi badan beliau sudah terlihat tidak stabil atau miring,” ujar Herman saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (21/4/2026).
Sesuai dengan tata cara dalam kondisi darurat, posisi imam segera diambil alih oleh jamaah di barisan terdepan untuk memastikan salat tetap berlanjut hingga selesai. Segera setelah salam, jamaah langsung memberikan pertolongan dan memanggil tenaga medis dari klinik terdekat.
Meski upaya penanganan medis telah dilakukan oleh dokter dan perawat yang tiba di lokasi, Adnan dinyatakan telah meninggal dunia. Kepergiannya yang begitu mendadak meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh jamaah di lingkungan Rangkapan Jaya.
Di mata jamaah, sosok Adnan dikenal sebagai pribadi yang bersahaja, pendiam, dan memiliki kedisplinan tinggi dalam beribadah. Beliau dinilai sebagai teladan bagi lingkungan sekitar karena konsistensinya dalam menjaga syiar di masjid.
“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau adalah sosok teladan yang selalu istiqamah berada di saf terdepan dan menjadi imam kami. Kami tidak menyangka beliau dipanggil begitu cepat dalam keadaan sedang beribadah,” kenang Herman.
Kini, sosok almarhum dikenang sebagai pribadi yang mengakhiri hayatnya dalam kondisi terbaik (husnul khatimah), yakni saat bersujud di hadapan Sang Pencipta di rumah Allah. Kepergiannya diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat mengenai keutamaan menjaga ketakwaan hingga akhir hayat.

Tinggalkan Balasan