INDORAYATODAY.COM – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menunjukkan langkah revolusioner dalam mencari talenta baru untuk skuad Garuda. Menjelang kalender internasional FIFA Matchday Juni mendatang, pelatih asal Inggris ini menerapkan metodologi baru berupa pemusatan latihan (TC) dengan durasi singkat untuk menyeleksi pemain-pemain potensial.
Herdman menjadwalkan pemanggilan 23 pemain pada 26 Mei 2026. Selama lima hari hingga 30 Mei, ia akan memantau langsung kualitas individu para pemain yang mayoritas belum pernah ia tangani sebelumnya.
“Sebagai staf pelatih, kami telah menyaksikan banyak pertandingan musim ini dan mendapatkan gambaran mengenai potensi pemain domestik. Ini momen penting bagi mereka untuk menunjukkan kualitas demi mengamankan tempat di skuad Piala AFF 2026,” ujar Herdman melalui laman resmi PSSI, Selasa (28/4/2026).
Menariknya, dari 23 nama yang dipanggil, 22 di antaranya merupakan pemain yang merumput di kompetisi domestik (Super League). Tercatat hanya satu pemain abroad yang masuk dalam daftar, yakni Marselino Ferdinan yang kini berkarier di Slovakia bersama AS Trencin.
Marselino bisa bergabung lebih awal karena kompetisi di Slovakia telah rampung per 16 Mei lalu. Sementara pemain liga domestik lainnya akan langsung berkumpul tepat setelah pekan terakhir Super League 2025/2026 berakhir pada 23 Mei.
Dari daftar tersebut, tercatat hanya ada tiga nama lama yang kembali dipanggil, yaitu Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Jens Raven. Sisanya merupakan wajah-wajah baru yang diharapkan mampu memberikan warna berbeda bagi permainan Indonesia.
Langkah seleksi cepat ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi dua laga uji coba pada 1-9 Juni 2026. Sejauh ini, baru satu lawan yang sudah terkonfirmasi, yakni Timnas Oman yang dijadwalkan bertanding di Indonesia pada 5 Juni mendatang.
Uji coba bulan Juni ini juga menjadi jembatan krusial menuju Piala AFF 2026 yang akan dihelat mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Turnamen tingkat Asia Tenggara ini kemungkinan besar tidak bisa diperkuat oleh banyak pemain diaspora karena kendala izin klub, sehingga Herdman merasa perlu memperkuat kedalaman skuad dengan pemain-pemain dari liga lokal.
Dengan metodologi ini, Herdman ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik di tanah air mendapatkan kesempatan yang adil untuk bersaing memperebutkan jersey Merah Putih di ajang bergengsi tersebut.

Tinggalkan Balasan