DEPOK, INDORAYA TODAY – Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo menilai perayaan Lebaran Depok 2026 menjadi simbol keharmonisan masyarakat di tengah kehidupan perkotaan yang semakin modern.
Menurutnya, tradisi budaya tahunan tersebut menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan warga Depok di tengah keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan.
“Bagi saya luar biasa, budaya Kota Depok ini salah satunya Lebaran Depok. Ini menjadi wadah silaturahmi antara pimpinan dengan masyarakat,” kata Ginanjar saat menghadiri Lebaran Depok 2026 di kawasan Alun-Alun Grand Depok City, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengatakan, melalui momentum Lebaran Depok, masyarakat dapat lebih dekat dengan pemerintah sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan di Kota Depok.
Ginanjar juga mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat dalam memeriahkan pesta budaya tersebut. Menurut dia, semangat guyub warga Depok menjadi kekuatan besar yang harus terus dijaga.
“Walaupun kita berada di tengah kota penyangga Jakarta, tetapi keberagaman budaya di Depok tetap luar biasa,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi keberadaan Kumpulan Orang Orang Depok atau KOOD yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, baik warga asli Depok maupun pendatang dari berbagai latar belakang budaya.
“Tidak hanya masyarakat asli, tapi masyarakat dari berbagai latar belakang juga bisa bersatu. Itu luar biasa,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Ginanjar berharap Lebaran Depok dapat terus dilestarikan sebagai budaya khas Kota Depok yang memperkuat identitas daerah.
Menurut dia, keberagaman budaya seperti Betawi, Sunda, Jawa hingga budaya Nusantara lainnya harus terus dirawat agar masyarakat Depok tidak kehilangan akar budayanya.
“Semoga budaya-budaya ini terus berkembang sehingga masyarakat Depok tidak hilang dari akar budayanya,” tutur dia.
Ginanjar juga memuji ragam penampilan budaya yang ditampilkan dalam Lebaran Depok 2026. Mulai dari reog, tari kecak Bali hingga barongsai disebut menjadi bukti kuatnya toleransi dan persatuan masyarakat Depok.
“Bagi saya ini sangat luar biasa. Semua budaya bisa tampil bersama dan hidup berdampingan,” katanya.
Dalam rangkaian acara tersebut, Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo juga menerima penghargaan dari KOOD dengan dikukuhkan sebagai anggota kehormatan komunitas tersebut.
Sebagai informasi, Lebaran Depok 2026 berlangsung selama lima hari mulai 5 hingga 9 Mei 2026. Pembukaan kegiatan dilakukan serentak di wilayah Tapos, Cipayung, dan Sawangan.
Setelah pembukaan, seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Grand Depok City dengan menghadirkan berbagai hiburan rakyat dan pertunjukan budaya khas Depok.

Tinggalkan Balasan