INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok mulai memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok, Satgas Densus 88 Anti Teror, dan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK).
Program pencegahan tersebut menyasar siswa SMP dan SMA Negeri di Kota Depok. Fokus utamanya ialah mengantisipasi masuknya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan.
Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Dudi Mi’raz Imaduddin mengatakan penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting diberikan kepada pelajar, khususnya remaja yang dinilai rentan terpapar penyimpangan ideologi.
Menurut dia, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Wawasan kebangsaan kami rasakan sangat-sangat perlu untuk ditekankan kembali ke anak-anak remaja, kalau bukan kita siapa lagi yang harus menjaga mereka agar terhindar dari paham ideologi yang berbahaya,” kata Dudi dalam keterangan yang dilansir pada Selasa (12/5/2026).
Ia menilai anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus di tengah derasnya arus informasi digital.
Dudi mengungkapkan penyebaran konten negatif saat ini mulai masuk melalui berbagai sarana hiburan yang dekat dengan kehidupan anak muda, seperti media sosial hingga game online.
Menurutnya, pola penyebaran paham radikalisme saat ini semakin sulit dideteksi karena berlangsung secara personal dan tidak terlihat secara langsung.
Melalui program sosialisasi tersebut, Pemerintah Kota Depok berharap para pelajar memiliki pemahaman kebangsaan yang lebih kuat sekaligus meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.
Dudi mengatakan penguatan nilai kebangsaan menjadi salah satu langkah penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai nasional.
“Melalui sosialisasi yang menekankan penguatan wawasan kebangsaan ini diharapkan pelajar semakin menguatkan cintanya terhadap tanah air,” ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga pendidikan juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta pencegahan dini terhadap potensi penyebaran paham radikalisme di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Depok mulai memperkuat langkah pencegahan penyebaran paham radikalisme di sekolah melalui penguatan wawasan kebangsaan bagi pelajar SMP dan SMA Negeri.
Melalui kerja sama dengan Densus 88 dan PPWK, program tersebut diharapkan dapat menjadi upaya dini untuk melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi berbahaya di era digital. ***

Tinggalkan Balasan